- Adidaya Institute menyarankan kebijakan luar negeri Prabowo-Gibran fokus pada kemerdekaan Palestina sebagai jangkar utama.
- Dinamika geopolitik Timur Tengah dianggap katalisator pergeseran kekuatan global yang memengaruhi stabilitas energi dan perdagangan.
- Partisipasi Indonesia dalam Board of Peace (BoP) dinilai strategis, namun perlu evaluasi jika kepercayaan publik menurun.
"Kalibrasi tersebut harus dilakukan secara terukur. Kita harus tetap menjaga hubungan diplomatik yang konstruktif dengan Amerika Serikat, mengingat kepentingan geoekonomi kita yang besar di bidang perdagangan, investasi, dan teknologi," ujar Bram.
Menghadapi situasi global yang tidak menentu, Adidaya Institute menyarankan tiga langkah konkret bagi pemerintah:
Konsistensi pada Palestina: Menjadikan kemerdekaan Palestina sebagai jangkar legitimasi diplomasi.
Diplomasi De-eskalasi: Mengambil peran aktif sebagai negara non-blok yang bisa berkomunikasi dengan semua pihak.
Evaluasi Periodik: Melakukan evaluasi strategis terhadap efektivitas inisiatif perdamaian global yang diikuti.
Tentang Survei Adidaya Institute
Data-data tersebut dirangkum dari survei pakar yang dilakukan pada Desember 2025 hingga Februari 2026 di 12 kota besar di Indonesia.
Survei ini melibatkan 72 responden ahli dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, birokrat, pelaku usaha, hingga aktivis.
Selain isu luar negeri, survei ini juga memetakan program domestik.
Sebanyak 43 persen ahli menilai program Kampung Nelayan dan pembangunan 3 Juta Rumah sebagai "mesin" pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan Cek Kesehatan Gratis dikategorikan sebagai "stabilisator" sosial bagi masyarakat.
Baca Juga: Prabowo: Indonesia Aman Pangan Meski Dunia Hadapi Krisis
Tag
Berita Terkait
-
Prabowo: Indonesia Aman Pangan Meski Dunia Hadapi Krisis
-
Dunia Bergejolak Akibat Perang di Timur Tengah, Prabowo: Kita Harus Siap Hadapi Kesulitan
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
Bahlil Sebut BBM Aman, Pengamat: Aslinya Rawan!
-
Menguak Surat Megawati untuk Ali Khamenei di Tengah Retaknya Hubungan Batin Iran-RI
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Disney On Ice di Istora Senayan Mulai 24 April 2026: Cek Jadwal Pertunjukan dan Harga Tiket
-
Sinopsis Off Campus, Romansa Panas Penulis Lagu dan Atlet Hoki Es yang Mendebarkan
-
Jadi Mahasiswa Koas di Film Horor Komedi Gudang Merica, Fatih Unru Digembleng Dokter Asli
-
Rey Mbayang Idap Autoimun Psoriasis, Alami Kerontokan Rambut Parah
-
Joko Anwar Beri Sinyal Garap Film 'Ghost In The Cell' Versi Penjara Perempuan
-
Menyayat Hati! Meyden Bongkar Catatan Utang Rp400 Juta Milik Ayah yang Wafat Sendirian
-
Tepergok Pakai Cincin Berlian di Jari Manis, Harry Styles dan Zoe Kravitz Fix Tunangan
-
Kontrak Berakhir, Lucas Wong eks NCT Resmi Tinggalkan SM Entertainment
-
Film 'Kupilih Jalur Langit' Resmi Tayang di Bioskop Indonesia!
-
Ghost in The Cell Tembus 1,3 Juta Penonton, Joko Anwar Beri Respons Menohok soal Isu Keadilan