- Megawati pernah mengirim surat personal kepada Ayatollah Ali Khamenei, mengingatkan kekaguman Khamenei pada Bung Karno.
- Hubungan historis kuat antara Iran dan Indonesia kini memburuk di era pemerintahan Prabowo Subianto.
- Iran menahan empat tanker minyak Indonesia di Teluk Persia, namun apresiasi tetap diberikan kepada rakyat Indonesia.
Suara.com - Di balik ketegangan diplomatik yang kini menyelimuti hubungan Indonesia dan Republik Islam Iran, ternyata tersimpan rekam jejak kedekatan historis dan batin yang sangat kuat.
Hubungan personal itu salah satunya terpotret lewat sebuah surat yang dikirimkan oleh Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, kepada mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Direktur The National Maritime Institute (Namarin), Siswanto Rusdi, mengungkapkan bahwa surat tersebut menjadi bukti bagaimana nama Indonesia, khususnya sosok Proklamator Bung Karno, memiliki tempat istimewa di hati para pemimpin Iran.
Menurut Siswanto, ikatan ini bermula dari sebuah kisah masa lalu yang cukup dikenal di kalangan elite Iran.
Saat Ayatollah Ali Khamenei masih berjuang dan sempat dipenjara bersama seorang tokoh komunis Iran, ia kerap bercerita tentang tokoh-tokoh dunia yang menginspirasi perjuangannya.
“Di saat itu dia (Ali Khamenei) menyebut nama Bung Karno sebagai salah satu tokoh yang dia kagumi, yang menjadi energi perjuangan dia,” ungkap siswanto dalam kanal Forum Keadilan TV, Senin (9/3/2026).
Kisah historis inilah yang kemudian menginspirasi Megawati untuk menjalin komunikasi personal dengan sang Pemimpin Tertinggi.
“Yang menginspirasi Megawati mengirim surat untuk mengingatkan kepada Imam Khamenei. ‘Tuanku, saya anaknya Bung Karno yang tuanku kagumi.’ Begitulah kira-kira bahasa yang lebih personal antara Imam Ali Khamenei dan Ibu Megawati,” tambahnya.
Ikatan Batin yang Terkoyak
Baca Juga: Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
Sayangnya, Siswanto menilai "suasana kebatinan" dan kedekatan historis yang telah terbangun puluhan tahun itu kini hancur di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kekecewaan Iran terhadap Indonesia saat ini berujung pada tindakan tegas. Siswanto membeberkan, saat ini terdapat empat kapal tanker pembawa minyak milik Indonesia yang tertahan oleh otoritas Iran di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz.
Meskipun Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebelumnya mengklaim bahwa pemerintah Indonesia tengah melakukan negosiasi dengan Iran agar kapal-kapal tersebut bisa keluar, Siswanto membantah keras klaim tersebut.
Berdasarkan komunikasi langsungnya dengan Atase Pertahanan Iran dua hari lalu, pintu negosiasi untuk pemerintah Indonesia saat ini tertutup rapat.
“Menteri ESDM kita mengklaim sedang bernegosiasi dengan Iran untuk mengizinkan kapal itu keluar. 2 hari yang lalu lagi-lagi saya WhatsApp atase pertahanan tidak ada dispensasi untuk Indonesia. Yang hanya bisa lewat itu kapal Cina, tanker Cina,” ungkapnya.
Iran Bedakan Sikap Rakyat dan Pemerintah RI
Lebih jauh, Siswanto menyoroti bagaimana Iran saat ini secara tegas membedakan antara sikap rakyat Indonesia dengan pemerintahnya. Kekecewaan Iran murni ditujukan kepada elit pemerintahan, bukan kepada warga negara Indonesia.
Hal ini terbukti dari sikap Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, yang secara terbuka mengucapkan terima kasih atas simpati dan belasungkawa yang mengalir deras dari masyarakat Indonesia.
“Presiden Masoud Pezeshkian itu mengucapkan terima kasih karena banyak warga Indonesia menyampaikan rasa simpati, rasa duka cita, tetapi tidak untuk pemimpin kita. Tidak untuk pemimpin pemimpin kita,” ujarnya. (Tsabita Aulia)
Berita Terkait
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Perusahaan Minyak Bahrain Umumkan Force Majeure Imbas Perang Iran
-
Buntut Tekanan AS, Iran Disebut Kecewa Berat Terhadap Indonesia Era Prabowo
-
Trump Gusar usai Iran Tunjuk Pemimpin Baru, Israel Nekat Tembakkan Bom Fosfor
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun
-
Peneliti Politik Hukum Beberkan Dugaan Anatomi Korupsi Eks Jampidsus
-
Di Hadapan Prabowo, Ijtima Ulama Sampaikan 3 Rekomendasi Strategis untuk Bangsa
-
Di Depan Prabowo, PKB Ngaku Siap Jadi Bagian Utama Wujudkan Anggaran Pro Rakyat
-
Kapolri Bertemu Direktur FBI, Sepakati Penguatan Investigasi dan Pertukaran Intelijen
-
Canda Cak Imin ke PKS: Tak Apa Kalah Main Mini Soccer, Asal Jangan Jumlah Kursi