Entertainment / Film
Selasa, 31 Maret 2026 | 07:30 WIB
Konferensi pers film The Hostage's Hero di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin, 30 Maret 2026 [Suara.com/Tiara Rosana].
Baca 10 detik
  • Film ini mengangkat operasi heroik TNI AL tahun 2004 dalam membebaskan 36 sandera dari perompak di Selat Malaka.
  • Skenario disusun langsung oleh Laksamana Madya TNI (Purn.) Taufiqoerrochman untuk menjaga fakta sejarah yang dipadukan dengan unsur drama layar lebar.
  • Dibintangi oleh aktor kenamaan seperti Donny Alamsyah, film ini dijadwalkan rilis di bioskop mulai 2 April 2026.

Suara.com - Sebuah operasi militer penuh ketegangan yang pernah dilakukan oleh TNI Angkatan Laut pada 2004 silam kini diangkat ke layar lebar dengan judul The Hostage's Hero.

Film ini menyoroti kisah heroik pembebasan 36 sandera dari tangan perompak di Selat Malaka yang dipimpin oleh Laksamana Madya TNI (Purn.) Achmad Taufiqoerrochman di atas kapal perang KRI Karel Satsuitubun-356.

Gagasan untuk memfilmkan kisah nyata ini berawal dari inisiatif Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali.

"Jadi mungkin ini diawali dengan inisiatif Kasal untuk mengangkat kisah ini menjadi film ya. Ditugaskanlah produser dengan sutradara ke tempat saya, ke Sukabumi itu. Kemudian saya cerita, ya dari cerita melengkapi dari buku, dibuatlah skrip," jelas Laksamana Madya TNI (Purn.) Taufiqoerrochman dalam konferensi pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Senin, 30 Maret 2026.

Taufiqoerrochman, bersama Kepala Dinas Sejarah Angkatan Laut (Kadisjarahal) Laksamana Pertama TNI I Made Wira Hady Arsanta Wardhana, terlibat langsung dalam penyusunan skenario untuk memastikan film ini tidak melenceng dari fakta sejarah namun tetap menarik sebagai tontonan.

"Jadi kami akan padukan, ini kata-katanya, padukan bahasa operasi dengan bahasa sineas. Ketemulah itu. Makanya saya tahu persis itu yang dilaksanakan. Kemudian kami tulis, saya sendiri yang nulis itu ya, kemudian diolah oleh sutradara," terangnya.

Meski menjaga keakuratan sejarah, Taufiqoerrochman memberi keleluasaan pada sutradara untuk menambahkan sentuhan drama agar film ini tidak kaku.

"Kalau murni cerita saya kan dokumenter gitu, bukan lagi tontonan, nanti di museum saja gitu. Tapi karena untuk di bioskop, maka saya serahkan ke insan perfilman. Saya kan enggak tahu, tapi saya kasih garis merahnya ini," tambah Taufiqoerrochman.

Kompleksitas Operasi di Laut

Baca Juga: Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas

Dalam kesempatan yang sama, Taufiqoerrochman juga membagikan pandangannya mengenai tantangan menjaga kedaulatan di laut. Menurutnya, karakteristik laut yang tidak memiliki batas fisik yang jelas memerlukan pendekatan yang berbeda.

"Laut itu agak unik gitu ya. Kalau di darat ada batas wilayah, makanya demarkasi kan, ada mark gitu, ada tugu, ada dan sebagainya. Kalau di laut ada enggak tuh? Maka adalah delimitasi. Jadi pembatasan di sini, di sini koordinat sekian gitu kan," paparnya.

Dia menekankan bahwa kunci keberhasilan operasi di laut adalah penempatan kekuatan pada waktu dan posisi yang tepat.

"Laut hanya bisa dikendalikan. Mengendalikan yang terbaik adalah menggelar kekuatan pada waktu dan posisi tepat. Jangan sampai kita datang orang enggak ada, nggak ada artinya kan!" tegasnya.

"The Hostage's Hero" sendiri berfokus pada ketegangan di atas kapal MT Pematang yang dibajak. Cerita akan mengikuti kepemimpinan (saat itu) Letkol Taufiq yang cerdas dan berani dalam merancang strategi pembebasan yang nyaris mustahil demi menyelamatkan 36 nyawa sandera.

Film yang dibintangi oleh Donny Alamsyah, Rifky Balweel, Asri Welas, Bang Tigor, Aditya Herpavi, Chocky Sitohang, Ritassya Wellgreat, dan Brata Santoso ini dijadwalkan akan tayang di bioskop mulai 2 April 2026.

Load More