- Dandhy Laksono merilis film dokumenter Menolak Punah di Balai Budaya Jakarta pada 4 April 2026 mengenai bahaya mikroplastik.
- Polusi mikroplastik dari serat pakaian sintetis kini mencemari organ vital manusia melalui paparan udara dan aktivitas mencuci.
- Akumulasi mikroplastik memicu penyakit degeneratif yang mengancam kesehatan masyarakat dan membebani sistem anggaran kesehatan negara secara serius.
Suara.com - Dandhy Laksono kembali menghebohkan publik lewat karya terbarunya dalam film dokumentar berjudul Menolak Punah.
Film ini membongkar fakta mengerikan mengenai ancaman mikroplastik yang berasal dari serat pakaian sintetis.
Dandhy Laksono memaparkan hasil riset yang menunjukkan bahwa polusi plastik kini sudah masuk ke dalam organ vital manusia.
Hal ini disampaikan Dandhy saat ditemui dalam acara pemutaran film di Balai Budaya Jakarta di kawasan Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu, 4 April 2026.
"Sekarang mikroplastik sudah ada di sperma, di air ketuban, di plasenta, di air susu ibu, di paru-paru," kata Dandhy Laksono.
Ia menjelaskan bahwa partikel kecil ini sekarang tidak lagi hanya masuk melalui makanan, melainkan bahan baju yang menempel ke tubuh.
"Mikroplastik yang dihasilkan dari serat-serat kain sintetis seperti poliester ini masuk ke sistem tubuh dan itu mempengaruhi sistem hormon kita. Namanya endocrine chemical," ujar Dandhy Laksono.
"Timbunan mikroplastik dalam jangka panjang juga bisa memicu stroke, kemudian paru-paru, risiko pernapasan," katanya menyambung.
"Karena mikroplastik kalau dulu lewat makanan, sekarang lewat kita hirup. Sudah airborne gitu ya."
Baca Juga: Dandhy Laksono Kembali Bersuara Lewat Menolak Punah: Potensi Ledakan Penyakit Akibat Fashion Modern
Partikel ini bisa terlepas dalam jumlah jutaan setiap kali masyarakat mencuci pakaian berbahan poliester.
"Sekali laundry aja 750.000 partikel mikroplastik terlepas ke alam," ucap Dandhy Laksono.
Jika hal ini berlanjut terus-menerus, anggaran kesehatan negara tidak akan mampu membendung dampak penyakit degeneratif ini.
"Gila, ini mau BPJS segede apa pun, berapa triliun pun BPJS, enggak ada gunanya gitu," imbuhnya.
Karena itu, Dandhy Laksono berharap adanya film ini bisa mengubah pola pikir masyarakat. Pemerintah pun bisa turut andil membuat kebijakan.
"So, solusi bagi kami adalah di level individu ada perubahan behavior dari sisi konsumen," kata Dandhy Laksono.
"Terus yang solusi paling gede ya tadi, negara dengan kebijakan publiknya mulai merevolusi isu sandang kita," tuturnya,
Berita Terkait
-
Dandhy Laksono Kembali Bersuara Lewat Menolak Punah: Potensi Ledakan Penyakit Akibat Fashion Modern
-
Mengukur Mikroplastik Tak Semudah Dikira, Studi Soroti Tantangan dan Jalan Keluarnya
-
Tak Banyak yang Tahu! Diam-diam Spons Cuci Piring Melepaskan Mikroplastik: Adakah Solusinya?
-
Baju Lebaran Ramah Lingkungan: Lebih Baik Mana, Poliester atau Katun?
-
Riset Ungkap Risiko Kesehatan dari Talenan Plastik yang Sering Dipakai di Rumah
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Bawa Pesan Persahabatan Abadi, Trio Cilik Sparkle Rilis Lagu 'Sampai Kita Besar Nanti'
-
Akhiri Vakum 10 Tahun, Marsha Aruan Kembali Main Sinetron Lewat Terlanjur Mencintaimu
-
Pesta Timuran Jaksel Suguhkan Kemeriahan Budaya Indonesia Timur dengan Lagu Viral dan Joget Maumere
-
Rayakan 40 Tahun Kahitna, Promotor Siapkan Konsep Konser Termegah
-
Menikmati Prambanan Jazz 2026, dari Musik hingga Berburu Spot Seru
-
Kim Myungsoo Tutup Fancon Jakarta dengan Pujian: Indonesia So Far Ranking Satu
-
Dari Kreator Konten ke Pebisnis, Begini Perjalanan Karier Acil Bintangnya Parfum
-
Intip Momen Sakral Pernikahan Tertutup Aamir Khan dan Gauri Spratt di Mumbai
-
Sukses Gandeng Saipul Jamil dan Aldi Taher, Neng Dessy Kini Fokus Cetak Talenta Baru
-
Bukan Lagu Cinta Biasa, Adnan Ndy Rilis 'Akhirku' untuk Melawan Kelamnya Narkoba