- Poster film Aku Harus Mati diprotes karena judul dan visualnya dianggap menjadi pemicu (trigger) negatif bagi kesehatan mental masyarakat.
- Tim produksi resmi mencopot seluruh poster di 36 titik reklame lebih awal dari jadwal kontrak sebagai bentuk tanggung jawab.
- Produser akan menambahkan peringatan pemicu (trigger warning) pada materi promosi mendatang guna menjaga sensitivitas publik.
Suara.com - Film horor Aku Harus Mati sedang menuai kontroversi. Ini karena billboard film yang terpampang di ruang publik dinilai memberikan dampak psikologis negatif bagi orang yang melihatnya.
Banyak netizen merasa judul dan visual poster tersebut menjadi pemicu atau trigger untuk melakukan tindakan yang tak seharusnya.
Hal ini memicu protes dari masyarakat yang peduli terhadap isu kesehatan mental.
Menanggapi kehebohan tersebut, Iwet Ramadhan, produser film Aku Harus Mati angkat bicara.
"Kami menyesalkan sekali ketidaknyamanan yang ditimbulkan, khususnya dari bagaimana film ini diperkenalkan di ruang publik," kata Iwet Ramadhan dalam wawancara virtual pada Senin, 6 Maret 2026.
Sebagai bentuk tanggung jawab nyata, mereka mengambil inisiatif mencopot semua materi iklan luar ruang tersebut. Keputusan ini diambil meskipun masa kontrak penayangan iklan di jalanan sebenarnya belum sepenuhnya berakhir.
"Seharusnya, sesuai fase promosi ini harusnya berakhir tanggal 5, tapi kemudian kami percepat satu hari," tegas Iwet Ramadhan.
Langkah percepatan penurunan billboard pada 4 April kemarin sengaja dilakukan demi meredam keresahan masyarakat yang ramai di media sosial.
Evaluasi juga dilakukan tim promosi agar kejadian yang menyinggung sensitivitas publik ini tidak terulang.
Baca Juga: Kemenkes Dorong Penertiban Iklan Film Aku Harus Mati: Cegah Risiko Peniruan Bunuh Diri
Sebagai salah satu solusi agar film tersebut tidak memberikan dampak buruk, tim produksi menambahkan informasi.
"Kami juga akan menambahkan trigger warning atau peringatan pada materi promosi kami sebagai bagian dari evaluasi yang sedang berjalan," jelasnya.
Berdasarkan data internal tim, terdapat 36 titik reklame yang sempat terpasang secara serentak di berbagai wilayah Indonesia. Kini, semua materi promosi tersebut telah diturunkan.
Namun Iwet Ramadhan menyesalkan masih ada yang membuat konten tersebut, padahal materi promosi sudah tidak ada.
"Makanya saya tuh melihat "loh ini gimana sih?" Orang-orang jadinya kayak kayak aji mumpung gitu. Mumpung ramai ah kita bikin juga kontennya gitu. Karena sudah enggak ada. Materi itu sudah enggak ada," kata Iwet Ramadhan.
Iwet berharap langkah mencopot poster ini bisa menjadi jawaban atas kegelisahan publik yang merasa terganggu dengan narasi judul filmnya.
"Ini jadi sebuah pelajaran juga gitu bahwa ternyata kondisi sekarang ini memang lagi sensitif sekali di mana banyak hal bisa menjadi trigger " tutupnya mengakhiri.
Berita Terkait
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Instagram Hapus Akun Bot, Luna Maya Kehilangan 800 Ribu Followers
-
Antara Keberanian dan Shock Value: Kritik Atas Promosi Film Aku Harus Mati
-
Kaget Pas Lagi Jalan? Drama Baliho "Aku Harus Mati" yang Berujung Turun Panggung
-
Baliho 'Aku Harus Mati' Disorot, Kemenkes: Bisa Picu Pikiran Negatif Pada Orang Rentan
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Bawa Pesan Persahabatan Abadi, Trio Cilik Sparkle Rilis Lagu 'Sampai Kita Besar Nanti'
-
Akhiri Vakum 10 Tahun, Marsha Aruan Kembali Main Sinetron Lewat Terlanjur Mencintaimu
-
Pesta Timuran Jaksel Suguhkan Kemeriahan Budaya Indonesia Timur dengan Lagu Viral dan Joget Maumere
-
Rayakan 40 Tahun Kahitna, Promotor Siapkan Konsep Konser Termegah
-
Menikmati Prambanan Jazz 2026, dari Musik hingga Berburu Spot Seru
-
Kim Myungsoo Tutup Fancon Jakarta dengan Pujian: Indonesia So Far Ranking Satu
-
Dari Kreator Konten ke Pebisnis, Begini Perjalanan Karier Acil Bintangnya Parfum
-
Intip Momen Sakral Pernikahan Tertutup Aamir Khan dan Gauri Spratt di Mumbai
-
Sukses Gandeng Saipul Jamil dan Aldi Taher, Neng Dessy Kini Fokus Cetak Talenta Baru
-
Bukan Lagu Cinta Biasa, Adnan Ndy Rilis 'Akhirku' untuk Melawan Kelamnya Narkoba