Untuk urusan bahan bakar, warga di Iran tidak menggunakan tabung gas melon atau LPG, melainkan menggunakan sistem pipa yang terhubung.
Pipa tersebut langsung dari pusat ke tembok-tembok rumah untuk kebutuhan memasak dan pemanas musim dingin.
Biaya gas ini pun sangat murah, di mana untuk keluarga beranggotakan tiga orang, tagihannya hanya sekitar 600 tuman atau sekitar Rp2.000 per bulannya.
Meski situasi regional sedang memanas, kesaksian langsung dari lokasi menunjukkan bahwa layanan publik tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti.
"Iya. Kalau selama perang yang sudah 32 hari ini ya 32 hari ini semuanya aman lancar tetap kayak seperti biasanya," ungkapnya.
Fasilitas energi di Iran tetap terjaga, membuktikan bahwa ketahanan utilitas mereka tetap kokoh di tengah bayang-bayang konflik.
Harga murah untuk air, listrik dan gas ini membuat netizen Indonesia iri.
Mereka juga menduga kalau Iran bisa semurah itu karena di sana tak ada korupsi.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah
Baca Juga: Tak Dibantu NATO saat Perang Iran, Trump Kembali Ingin Caplok Greenland
Berita Terkait
-
Tak Dibantu NATO saat Perang Iran, Trump Kembali Ingin Caplok Greenland
-
Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
-
Gencatan Senjata dengan Iran Disepakati, Netanyahu Dihujani Badai Kritik di Israel
-
Pemberontakan Para Jenderal di Pentagon, Gagalnya Serangan Darat Trump ke Iran
-
Negara Teluk Sambut Gencatan Senjata Iran-AS, Dorong Diplomasi Menuju Perdamaian Permanen
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Dipuji Cantik Meryl Streep, Intip Gaya Tasya Farasya saat Interview Bareng Anne Hathaway
-
Hyun Bin Diangkat Jadi Agen Kehormatan Badan Intelijen Nasional Korea Selatan
-
Pak Tarno Kena Apes Lagi, Diteror Dept Collector karena Mobil Digadai Orang Dekat Diam-Diam
-
Viral Toko Es Krim Pakai Daun Pisang Akibat Harga Plastik Melonjak, Hasilnya Lebih Estetik
-
Maxime Bouttier dan Raihaanun Bintangi Series Tante Sonya: Kisah Cinta Beda Usia
-
Profil Teuku Ryan, Aktor Senior yang Diduga Jadi Ayah Kandung Ressa Rizky Anak Denada
-
Daftar Pemain The King's Warden, Film Korea Terlaris Tayang di Bioskop Indonesia Hari Ini
-
Royalti Anjlok ke Rp25 Juta, Rhoma Irama Sentil Kinerja LMKN
-
Lucinta Luna Balik Jadi Perempuan saat ke Korea, Tampil Maskulin Cuma Prank?
-
Tak Sekadar Cari Uang, Ini Alasan Mulia Pak Tarno Tetap Ngamen Sulap Meski Terkena Stroke