- Presiden Donald Trump secara mengejutkan menerima sepuluh tuntutan Iran untuk gencatan senjata pada Rabu, 8 April 2026.
- Pemerintah AS melakukan pembersihan pejabat militer senior yang dinilai kritis terhadap rencana invasi darat ke wilayah Iran.
- Analis menilai invasi darat ke Iran berisiko tinggi memicu bencana militer serta memberikan beban ekonomi yang sangat besar.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan mengumumkan menerima 10 tuntutan Iran agar tercapai gencatan senjata, Rabu (8/4/2026).
Padahal sebelumnya, Trump menegaskan akan memulai invasi darat ke Iran untuk mengakhiri rezim Republik Islam Iran.
Wall Street Journal, Jumat (27/3), melaporkan sedikitnya 50 ribu tentara AS, termasuk pasukan para serta grup elite, sudah berada di Timur Tengah sebagai persiapan serangan darat.
Namun, invasi darat itu tak kunjung terjadi. Sejumlah laporan menyebut, hal tersebut disebabkan tedapat pemberontakan sejumlah jenderal yang menentang rencana Trump untuk serangan darat.
Pemberontakan itu tak hanya desas-desus. Pekan lalu, Jenderal Randy George, Kepala Staf Angkatan Darat AS, resmi dicopot dari jabatannya oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Tak hanya itu, Hegseth juga memerintahkn Jenderal George untuk pensiun. Meski secara kasat mata terlihat seperti rotasi rutin di Pentagon, langkah ini diyakini membawa pesan strategis yang jauh lebih dalam dan berbahaya di tengah kecamuk perang dengan Iran.
Jenderal George bukanlah perwira sembarangan. Sebagai jenderal bintang empat infanteri dengan pengalaman tempur selama lebih dari empat dekade—mulai dari Perang Teluk, Perang Irak, hingga Afghanistan—ia adalah sosok profesional yang paling kompeten untuk memberi nasihat kepada presiden terkait risiko invasi darat.
Namun, pemecatannya terjadi tepat satu hari setelah pidato Presiden Donald Trump mengenai Iran, mengirimkan sinyal bahwa Gedung Putih sedang menyingkirkan suara-suara kritis yang menghalangi rencana eskalasi militer.
Pola Pembersihan Profesional Militer
Baca Juga: Negara Teluk Sambut Gencatan Senjata Iran-AS, Dorong Diplomasi Menuju Perdamaian Permanen
Pemecatan George bukanlah insiden terisolasi. Ini adalah bagian dari pembongkaran sistematis kepemimpinan senior militer di bawah masa jabatan kedua Presiden Trump.
George menambah daftar panjang lebih dari selusin perwira tinggi yang diberhentikan secara mendadak.
Sebelumnya, Laksamana Lisa Franchetti (Kepala Operasi Angkatan Laut), Jenderal Jim Slife (Wakil Kepala Staf Angkatan Udara), hingga Jenderal Charles “CQ” Brown Jr. (Ketua Kepala Staf Gabungan) telah lebih dulu disingkirkan.
Turut dipecat bersama George adalah Kepala Pendeta Angkatan Darat, Mayjen William Green Jr, dan Komandan Komando Transformasi dan Pelatihan Angkatan Darat, Jenderal David Hodne.
Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, hanya memberikan pernyataan normatif tanpa menjelaskan alasan di balik keputusan mendadak ini.
Namun, laporan internal menyebutkan, Hegseth menginginkan pemimpin yang sepenuhnya patuh pada visinya dan visi Presiden Trump.
Tag
Berita Terkait
-
Negara Teluk Sambut Gencatan Senjata Iran-AS, Dorong Diplomasi Menuju Perdamaian Permanen
-
Turki Kecam Israel yang Rusak Semua Upaya Akhiri Konflik Timteng
-
Kilang Minyak Iran Diserang Usai Gencatan Senjata Diumumkan
-
Siapa Shehbaz Sharif? Tokoh Kunci di Balik Gencatan Senjata AS-Iran
-
Hizbullah Ancam Israel: Jika Langgar Gencatan Senjata, Iran Siap Turun Tangan
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami