- Syahriyadi, pemuda asal Kalimantan Selatan, mengawali karier bermusik tahun 2021 melalui unggahan video cover lagu di media sosial.
- Ia sukses meniti karier profesional dengan merilis berbagai singel populer yang mendulang jutaan penonton di platform YouTube.
- Lagu berjudul Gadis Manis Kalimantan kini menjadi viral di TikTok dan mengangkat popularitas bahasa Banjar secara nasional.
Suara.com - Jika Anda sering berselancar di TikTok belakangan ini, suara petikan musik yang khas dengan lirik "P P Apa" pasti sudah tidak asing lagi di telinga.
Lagu bertajuk "Gadis Manis Kalimantan" itu kini tengah menjadi primadona backsound video, mulai dari konten kreator biasa hingga deretan selebritas papan atas.
Namun, siapa sangka sosok di balik lagu viral tersebut adalah seorang pemuda sederhana asal Barabai, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, bernama Syahriyadi.
Perjalanannya menuju puncak popularitas bukanlah hasil instan, melainkan buah dari kerja keras dan konsistensi yang luar biasa.
Berawal dari Kedai Makanan Cepat Saji
Kisah sukses Syahriyadi dimulai pada tahun 2021. Kala itu, ia bukanlah siapa-siapa; ia hanyalah seorang pemuda yang bekerja sebagai penjaga kedai makanan cepat saji.
Di sela kesibukannya, Syahriyadi iseng mengunggah video cover lagu "Pecah Seribu" milik sang ratu dangdut, Elvi Sukaesih.
Tak disangka, suara merdunya memikat hati netizen hingga viral. Momentum ini membawanya berkolaborasi dengan musisi Jawa Timur, yang videonya sukses menembus 12 juta penonton dan nangkring di jajaran trending YouTube.
Baca Juga: Kisah Azril, Bocah Cemong Pengantar Cicilan Utang yang Temani Ibu Kerja di Pabrik Arang
Sejak saat itu, wajah Syahriyadi mulai sering menghiasi layar kaca di berbagai stasiun televisi nasional.
Rentetan Karya yang Selalu "Meledak"
Memasuki industri musik profesional, Syahriyadi membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar one-hit wonder.
Di bawah naungan label dan kolaborasi dengan pencipta lagu Tegar CS serta Dodi Kangen Band, ia merilis serangkaian single yang semuanya mendulang sukses besar:
"Bila Tak Mau Disakiti Jangan Menyakiti" (2021): 5,1 juta penonton.
"Maafkan Aku" (2021): 9,7 juta penonton.
Berita Terkait
-
Kisah Azril, Bocah Cemong Pengantar Cicilan Utang yang Temani Ibu Kerja di Pabrik Arang
-
Didepak Sepihak dari Panggung, Ikif Kawazhima Bongkar 'Permainan' Manajemen Niken Salindry
-
Ditagih Argo Rp80 Ribu, Penumpang Taksi Ogah Bayar dan Mengaku Anaknya Hilang di Bawah Kursi
-
Tudingan Ni Luh Djelantik soal Sikap Acuh Gubernur Bali Dianggap Tak Sesuai Fakta
-
Kantor Gubernur Kaltim Dipasang Kawat Berduri Jelang Demo Besok, Rudy Mas'ud Takut Hadapi Rakyat?
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Ada Rupa Ada Harga, Changan Ogah Ikut Tren 'Perang Harga' Mobil Listrik di Indonesia
-
Satu Sekolah Dilayani Dua SPPG, BGN Percepat Integrasi Data MBG dan Dapodik
-
5 Pelembap yang Bagus untuk Kulit Berjerawat dan Berminyak, Lengkap dengan Ulasan Pengguna
-
Main di Kota Petir, Ini Jadwal Timnas Indonesia vs Vietnam dan Kamboja di Piala AFF 2026
-
3 Skin Tint Lokal untuk Kulit Sawo Matang, Lengkap dengan Shade Rekomendasinya
-
Lima Pejabat Tinggi Baru BGN Ditunjuk Langsung Presiden, Ini Nama-namanya
-
Teach You a Lesson: Drama Aksi Sekolah dengan Kritik Pedas Sistem Pendidikan
-
Kursi Prioritas Bukan Hadiah, Stasiun Cikoko Bukti Integrasi Itu Mungkin
-
Aspal Jalan Kebon Sirih Terus Rusak, DKI Akhirnya Ganti dengan Beton
-
Usai OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Resmi Ditahan KPK