- Sutradara Ronny Gani membawa pengalaman belasan tahun dari Hollywood untuk merombak Garuda di Dadaku menjadi film animasi fantasi berkualitas dunia.
- Berbeda dari versi asli, film ini memperkenalkan elemen magis seperti jersei mistis dan karakter burung Garuda ajaib bernama Gaga yang diisi suara oleh Kristo Immanuel.
- Melibatkan talenta seperti Quinn Salman dan Revalina S. Temat, film ini bertujuan menginspirasi penonton untuk berani mengejar mimpi di tengah berbagai keterbatasan.
Karakter Gaga, seekor burung Garuda bertubuh mungil, diciptakan bukan sekadar sebagai pemanis layar. Menurut sang sutradara, Gaga harus memiliki emosi kompleks layaknya manusia agar penonton bisa berempati saat karakter tersebut marah, sedih, maupun bawel.
"Ibaratnya kita makan mi instan, Gaga tuh cabai rawitnya buat orang Indonesia," kelakar Ronny menganalogikan peran krusial karakter magis tersebut.
Tugas berat menghidupkan Gaga diserahkan kepada konten kreator dan aktor, Kristo Immanuel. Meski kerap viral lewat konten impersonate suara, ini adalah proyek film animasi panjang pertamanya.
Uniknya, di saat desain visual Gaga terlihat sangat imut, Kristo justru mengusulkan warna suara yang berkebalikan.
"Mencari titik sweet spot-nya itu cukup PR. Gimana caranya bisa membuat suara karakter Gaga ini konsisten dan memiliki warna suara yang sama saat dia marah, saat dia sedih, saat dia bahagia, itu tuh nggak pas bahagia tiba-tiba jadi (suara asli) Kristo," jelas Kristo.
"Kalau aku pribadi ngerasa yang bagus adalah yang distingtif, orang pas dengar langsung tahu, 'Oh suaranya Gaga nih'. Kayak kita kalau dengar suaranya Olaf ngomong kan tahu," lanjut dia.
Quinn Salman Belajar Istilah Bola dari Adik
Tantangan tak kalah besar dihadapi oleh penyanyi dan aktris cilik Quinn Salman. Terbiasa memerankan karakter yang lembut, Quinn dituntut bersuara lantang, tegas, dan powerful untuk memerankan sosok Naya sang pelatih cilik.
"Karakter aku sebelumnya tuh kan lebih soft-spoken, lebih halus, bahkan pas casting-nya itu aku cuma giggling-giggling doang. Kalau di sini aku emang harus suaranya tuh kuat, powerful, harus lantang. Karena suara aku tuh yang membuat nanti teman-teman yang aku latih jadi semangat lagi," papar Quinn.
Baca Juga: Animator Avengers Balik ke Indonesia, Garap Film Animasi Garuda di Dadaku
Lebih dari sekadar berdialog, proses rekaman menuntut Quinn untuk melakukan effort sounds (suara napas atau tekanan fisik) layaknya orang yang sedang kelelahan atau menendang bola.
Dia bahkan harus rutin melakukan pemanasan vokal sejak dari mobil agar tidak kehilangan suara saat harus banyak mengambil adegan berteriak.
Untungnya, jam terbang sebagai penyanyi membantunya mengatur napas agar pita suaranya tidak cepat habis saat harus berteriak lama di ruang rekaman.
Lucunya, Quinn yang sama sekali tidak paham seluk-beluk sepak bola harus berguru pada adik kandungnya sendiri. Sang adik kebetulan adalah penggemar fanatik yang sudah menonton Garuda di Dadaku versi live-action hingga belasan kali.
"Aku bukan orang yang ngerti banget bola, tapi adik aku pencinta film Garuda di Dadaku. Dia nonton 10 kali di rumah. Ada hari di mana dia ngajarin aku, 'Ini tuh maksudnya passing tuh ini'. Jadi sebenarnya Naya tuh punya coach lagi, yaitu adik aku sendiri," kenang Quinn sambil tertawa.
Tantangan Rekaman Solo dan Pesan Lintas Generasi
Berita Terkait
-
Cerita Mengejutkan Bagus NTRL Soal Royalti Lagu Garuda di Dadaku
-
Garuda di Dadaku: Dari Film Realistis ke Animasi Fantastis, Ini Bocoran Serunya!
-
Film Garuda di Dadaku Bakal Hadir dengan Format Animasi
-
Interview: Perjalanan Karier Emir Mahira, Mantan Aktor Cilik Berprestasi yang 10 Tahun Vakum Demi Pendidikan
-
5 Film Bertema Nasionalisme, Ada Kadet dan Merah Putih
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
Terkini
-
Viral Warung Mie Babi Didemo, Pemilik Ogah Tutup Tuai Dukungan Warganet
-
Dipimpin Ariel NOAH, Film Dilan ITB 1997 Gelar Touring Motor Jakarta - Bandung
-
Dihina 9 Muridnya Sendiri, Balasan Guru SMAN 1 Purwakarta Ini Bikin Haru
-
Kabar Terbaru Aa Juju di Kenya, Sempat Bikin Khawatir karena Diikuti Warga Lokal
-
Diajak Main Film, Kegigihan Barista Disabilitas Pukau Baim Wong
-
Bikin Mikir Keras! Teori Arti Nomor Seragam Napi di Film Ghost in the Cell
-
Viral Nenek Aniaya Cucu hingga Tewas, Tak Dibenarkan tapi Dikasihani
-
5 Rekomendasi Drakor Tema Monarki Konstitusional, Perfect Crown Jadi Trending
-
Siswa SMP di Sumedang Putus Sekolah dan Harus Jualan Ayam Goreng Tepung
-
Viral Gadis Kelas 2 SMA dari Luar Kota Datangi Rumah Pacar, Ternyata Sudah Beristri dan Anak