Entertainment / Gosip
Rabu, 22 April 2026 | 12:20 WIB
Viral! Oknum TNI AD Teror Warga di Malang, Bawa Parang dan Terekam CCTV [Instagram]
Baca 10 detik
  • Oknum TNI AD berinisial ST mengancam warga menggunakan parang di Malang, Jawa Timur, pada Selasa, 21 April 2026.
  • Pelaku diduga marah karena korban melaporkan praktik bisnis gelap penggelapan kendaraan yang dibekingi oleh oknum tersebut.
  • Publik menunggu pernyataan resmi dan tindak lanjut hukum dari pihak TNI AD terkait aksi teror yang terekam CCTV.

Suara.com - Publik kembali dihebohkan dengan aksi arogan yang diduga dilakukan oleh seorang oknum aparat di wilayah Malang, Jawa Timur.

Seorang oknum TNI AD berinisial ST terekam kamera pengawas (CCTV) saat mendatangi kediaman seorang warga dengan penuh emosi.

Mirisnya, aksi teror tersebut menyasar seorang ibu dan anaknya yang masih berusia 4 tahun hingga mereka menangis histeris.

Peristiwa ini diketahui terjadi pada Selasa, 21 April 2026, sekitar pukul 22.30 WIB di kawasan Malang, Jawa Timur.

Berdasarkan video yang beredar di akun Instagram@/folkshero, oknum ST terlihat membawa senjata tajam berupa parang untuk mengancam penghuni rumah tersebut.

"Saya bawa parang, kalau ada kamu saya bunuh malam ini kamu, hey," teriak pria tersebut dengan nada mengancam.

Dalam rekaman tersebut, ST tampak sangat berang dan tidak segan-segan mengacungkan parang ke arah pintu rumah warga.

Sang anak yang baru berusia balita terdengar menangis ketakutan di dalam rumah saat mendengar gertakan keras dari luar.

"Kasih tau, aku baik, tapi aku dilaporkan ke panglima," kata oknum berinisial ST itu saat meluapkan kekesalannya. 

Baca Juga: Viral Nenek Aniaya Cucu hingga Tewas, Tak Dibenarkan tapi Dikasihani

Motif di balik aksi nekat ini diduga karena ST menuduh warga tersebut telah melaporkan bisnis gelapnya ke pimpinan tertinggi.

ST disinyalir menjadi beking dalam praktik penggelapan kendaraan serta kerap melakukan pengancaman terhadap beberapa perusahaan.

Hingga berita ini diturunkan, publik masih menunggu pernyataan resmi dari pihak TNI AD terkait kasus ini dan tindak lanjut hukum bagi oknum berinisial ST tersebut.

Load More