Suara.com - Habib Mahdi Alatas sebagai pelapor merespons klarifikasi Syekh Ahmad Al Misry yang menyebut dirinya terbang ke Mesir bukan untuk kabur, melainkan ada urusan lain.
Menurut Mahdi, Ahmad sebenarnya menyadari situasi hukumnya. Sebab kata dia, pendakwah berdarah Timur Tengah itu memberi kuasa kepada Pablo Benua sebelum berangkat ke Mesir.
"Tahu kok karena tanggal 15 itu sebelum dia terbang, dia baru membuat surat kuasa kepada saudara Pablo ya, Pablo Banua. Nah, dia baru membuat kuasa, artinya dia tahu bahwa ada kasus yang sedang berjalan," ungkap Habib Mahdi dalam video yang diunggah di Instagramnya, dikutip Sabtu, 25 April 2026.
Tak hanya soal surat kuasa, Mahdi juga mempertanyakan alasan keluarga yang digunakan Ahmad untuk menghindari panggilan.
Ahmad mengklaim bahwa ibunya harus menjalani operasi pada tanggal 17, namun data yang dimiliki Habib Mahdi justru berkata sebaliknya.
Karena itu, Mahdi menantang Ahmad maupun pengacaranya untuk memberikan bukti valid mengenai rumah sakit dan hasil operasi tersebut.
"Karena operasi terakhir itu diadakan informasi yang sangat-sangat akurat yang saya terima itu pada 5 atau 6 tahun lalu ya, operasi tulang belakang orangtuanya," ujarnya.
Pembelaan Terhadap Mental dan Nasib Korban
Baca Juga: Mengenal Habib Mahdi Alatas, Sosok Lantang Suarakan Pelecehan oleh Syekh Ahmad Al Misry
Lebih lanjut, Habib Mahdi menekankan fokus utamanya bukanlah untuk menjatuhkan nama baik seseorang, melainkan demi keadilan para korban.
Dia menceritakan bagaimana para korban mengalami tekanan hebat, bahkan hingga tindakan intimidasi fisik.
Contoh yang diungkap adalah kasus seorang santri di Depok yang ibunya didatangi dan diteror pada tengah malam hanya karena anaknya tengah belajar di Kairo.
Bagi Habib Mahdi, diamnya para korban selama ini dikarenakan adanya ancaman dan teror yang membuat mereka tidak berani bersuara. Korban merasa bahwa pelecehan seksual yang dialami adalah sebuah aib.
Mahdi pun mengajak publik untuk menggunakan hati nurani dan tidak hanya melihat dari satu sisi pelaku saja.
"Jadi nggak usah ngebelain satu orang terus untuk melupakan nasib korban. Masa depannya korban. Bagaimana mentalnya si korban ingat itu," tegasnya.
Berita Terkait
-
Dikaitkan Sosok SAM Si Pencabul Santri Pria, Ustaz Solmed Banjir Panggilan Ceramah
-
Fakta Syekh Ahmad Al Misry Terungkap: Cuma Penerjemah dan Tinggal Menumpang di Rumah Mertua
-
Geger Kabar Syekh Ahmad Al Misry Ditangkap, Polri: Tersangka Masih Sembunyi di Mesir
-
Tantang Syekh Ahmad Al Misry Tes Hafalan Al-Quran, Hanny Kristianto Siapkan Hadiah Rp1 Miliar
-
Buronan Kasus Pelecehan Seksual Syekh Ahmad Al Misry Akhirnya Ditangkap di Mesir
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Tahir Solo Museum Resmi Dibuka, Ada Fosil Dinosaurus 20 Meter!
-
Ulasan Novel Lara Rasa, Menata Ulang Masa Depan Sebelum Usia Tiga Puluh
-
Arsenal Gunakan Jalur Agen untuk Datangkan Bruno Guimaraes, Newcastle Mulai Gerah
-
Setara Institute Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Desak Tim 9 Utamakan Supremasi Hukum
-
Cegah Konflik Keluarga! BRI Beri Cara Mudah Amankan Warisan untuk Anak dan Cucu
-
3 Klub Asing Tiba di Indonesia untuk Piala Presiden Elite 2026, Panitia Apresiasi Dukungan Imigrasi
-
Perkuat Ekonomi, Apa Itu Dana Bagi Hasil Tambang dan Kenapa Perlu Dievaluasi?
-
Duel Berdarah di Sampang: Tak Terima Ibu Dipacari Lansia, Anak Nekat Carok
-
Soroti Febrie Adriansyah Tanpa Rompi dan Borgol, Legislator Gerindra: Tak Ada yang Kebal Hukum
-
Bukan Sekadar Nostalgia, Timeless Project Live Ajak Generasi 2000-an Merayakan Perjalanan Hidup