- Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi pada 27 April 2026 menewaskan 15 orang dan 88 luka.
- Sopir taksi listrik diduga menolak bantuan derek cepat karena khawatir harus menanggung biaya perbaikan dari pihak perusahaan.
- Pemerintah berencana membangun flyover senilai Rp4 triliun guna mencegah kecelakaan serupa di perlintasan sebidang wilayah Bekasi tersebut.
Suara.com - Sebuah kabar mengejutkan di balik kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam mulai terkuak.
Sopir taksi listrik Green SM yang mogok di atas rel diduga sempat menolak bantuan derek sebelum tabrakan terjadi hanya karena takut menanggung biaya kerusakan mobil.
Informasi ini viral setelah akun X @adnardn mengunggah tangkapan layar status WhatsApp yang diduga milik salah satu pegawai PT KAI.
Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa evakuasi taksi sebenarnya bisa dilakukan lebih cepat jika sang sopir kooperatif.
"Taksi listrik mogok di atas rel, sudah ada derek yang siap menderek, driver tidak mau, menunggu derek resmi dari kantor," tulis akun tersebut dalam unggahan yang beredar Selasa, 28 April 2026.
"Karena kalau menggunakan derek tidak resmi dari kantor, bila ada kerusakan, driver diminta menanggung (biaya). Sehingga waktu terbuang untuk menunggu derek resmi dari kantor," bunyi keterangan dalam status tersebut.
Sikap sopir yang lebih mementingkan kondisi fisik kendaraan ketimbang keselamatan ratusan penumpang kereta api itu memicu kecaman keras netizen.
Pasalnya, waktu tunggu yang terbuang sia-sia itu berujung pada benturan fatal yang merenggut belasan nyawa, yang seluruhnya adalah perempuan.
"Ini mogok pas di lintasan rel kan, ya ngapain harus nunggu derek resmi perusahaan? Sopir bisa dilanggar kalau ada kepentingan nyawa yang jadi taruhan," tulis akun @nay*** dalam kolom komentar.
Baca Juga: 7 Korban Kecelakaan Maut Kereta di Stasiun Bekasi Timur Sedang Berulang Tahun
Kecelakaan ini menjadi perhatian serius pemerintah. Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Presiden Prabowo Subianto dikabarkan bakal membangun flyover senilai Rp4 triliun untuk mengatasi masalah perlintasan sebidang di Bekasi.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami dugaan kelalaian dalam kasus yang menewaskan 15 orang meninggal dan 88 mengalami luka ini.
Publik mendesak agar SOP perusahaan taksi listrik tersebut dievaluasi total karena dinilai mengabaikan aspek keselamatan publik demi melindungi aset material perusahaan.
Pihak Green SM Indonesia sendiri belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan penolakan derek oleh mitranya tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
7 Korban Kecelakaan Maut Kereta di Stasiun Bekasi Timur Sedang Berulang Tahun
-
Sering Ugal-ugalan, Identitas Sopir Taksi Hijau Dikuliti Netizen: Buangan Bluebird!
-
Muncul Spekulasi Liar, Raffi Ahmad Klarifikasi Soal Kehadirannya di Lokasi Kecelakaan Kereta Bekasi
-
Polisi Klaim 10 Jenazah Korban Kecelakaan KAI di RS Polri Kramat Jati Belum Teridentifikasi
-
Siapa Pemilik Green SM Indonesia? Taksi Listrik yang Jadi Sorotan Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Dituduh Terima Uang dari Hanania Travel, Anisa Rahma dan Suami: Kami Malah Bayar Rp100 Juta!
-
Film Laddaland Versi Indonesia Tayang 13 Agustus 2026, Pakai Pendekatan Horor yang Beda
-
Saksi Kunci Berubah Haluan, Kesaksian Baru ART Ungkap Fakta Mengejutkan Kasus KDRT Erin Taulany
-
Jennifer Coppen dan Justin Hubner Resmi Menikah, Maharnya Tiga Keping Emas dengan Berat Unik
-
Visualisasikan Cinta yang Rumit, Adrian Khalif Resmi Rilis MV '2001x'
-
Beda dengan di Layar Kaca, Mantan ART Bongkar Sifat Asli Sarwendah: Jutek Banget
-
Viral Mahasiswa Indonesia di Malaysia: Dikasihani Warga Lokal Hanya karena Makan Satu Es Krim Berdua
-
Justin Hubner Resmi Mualaf Jelang Nikahi Jennifer Coppen
-
Bantah Terima Uang Saku, Cut Meyriska Bahkan Bayar Biaya Umrah Anak ke Hanania Travel
-
2 Pemuda di Medan Terancam Pidana 6 Tahun dan Denda Rp60 M Usai Isi Pertalite Pakai Jeriken