Entertainment / Gosip
Selasa, 28 April 2026 | 18:33 WIB
Fakta Terkini Tabrakan Maut KRL di Stasiun Bekasi Timur. (Instagram/kemenhub151)

Tabrakan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 Apriil 2026 membawa duka mendalam.

Tragedi yang terjadi sekitar pukul 20.53 WIB ini mengakibatkan kerusakan struktur kereta yang masif dan menelan banyak korban jiwa serta luka-luka.

Berikut kami sampaikan sederet fakta terkini terkait kecelakaan maut tersebut. 

1. Taksi Listrik Mogok Menjadi Pemicu Awal

Fakta Terkini Tabrakan Maut KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Kronologi kecelakaan diduga kuat bermula dari adanya kendala teknis pada sebuah unit taksi listrik berwarna hijau dengan nomor polisi B 3864 SBX.

Kendaraan tersebut dilaporkan mogok di perlintasan sebidang. Kemudian KRL relasi Bekasi-Cikarang menabrak taksi tersebut.

Akibatnya, satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 arah ke Cikarang diberhentikan di peron Stasiun Bekasi Timur.

Nmaun, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju kencang dari arah belakang tidak sempat melakukan pengereman maksimal sehingga tabrakan hebat pun tak terhindarkan.

Kini sopir taksi listrik tersebut sudah diamankan oleh pihak berwajib.

2. Gerbong Khusus Wanita Alami Kerusakan Paling Parah

Fakta Terkini Tabrakan Maut KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Dampak hantaman paling fatal dialami oleh bagian belakang KRL. 

Baca Juga: KCIC Sebut Okupansi Whoosh Naik Usai Kecelakaan KRL di Bekasi

Berdasarkan keterangan Kepala Basarnas, Marsekal Madya Mohammad Syafii, gerbong paling belakang dan gerbong kedua dari belakang mengalami kerusakan struktur total (collapse). 

Mengingat aturan posisi gerbong pada rangkaian KRL, gerbong terakhir tersebut merupakan gerbong khusus perempuan. 

Hal ini menyebabkan mayoritas korban terdampak adalah penumpang wanita yang terjepit di antara puing-puing logam gerbong yang ringsek.

3. Update Jumlah Korban dan Proses Evakuasi

Fakta Terkini Tabrakan Maut KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Hingga Selasa sore, 28 April 2026 jumlah korban meninggal dunia yang terdata telah mencapai 14 orang. 

Selain itu, terdapat 84 penumpang lainnya yang dilaporkan mengalami luka-luka, mulai dari kategori ringan hingga kondisi kritis. 

Para korban yang terhimpit mendapatkan bantuan medis darurat di lokasi berupa pemberian obat pereda nyeri guna meminimalisir syok saat proses pelepasan logam berlangsung.

Load More