Foto / News
Kamis, 01 Januari 2015 | 12:31 WIB
Pesawat Hercules milik Angkatan Udara Singapura mengirimkan bantuan alat sonar pendeteksi logam ke Posko Tim SAR di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Kamis (1/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Pesawat Hercules milik Angkatan Udara Singapura mengirimkan bantuan alat sonar pendeteksi logam ke Posko Tim SAR di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Kamis (1/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Pesawat Hercules milik Angkatan Udara Singapura mengirimkan bantuan alat sonar pendeteksi logam ke Posko Tim SAR di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Kamis (1/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Pesawat Hercules milik Angkatan Udara Singapura mengirimkan bantuan alat sonar pendeteksi logam ke Posko Tim SAR di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Kamis (1/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Pesawat Hercules milik Angkatan Udara Singapura mengirimkan bantuan alat sonar pendeteksi logam ke Posko Tim SAR di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Kamis (1/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Pesawat Hercules milik Angkatan Udara Singapura mengirimkan bantuan alat sonar pendeteksi logam ke Posko Tim SAR di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Kamis (1/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]
Pesawat Hercules milik Angkatan Udara Singapura mengirimkan bantuan alat sonar pendeteksi logam ke Posko Tim SAR di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Kamis (1/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pesawat Hercules milik Angkatan Udara Singapura  mengirimkan bantuan untuk evakuasi korban AirAsia QZ8501 berupa alat sonar pendeteksi logam ke Posko Tim SAR di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Kamis (1/1). Alat berjumlah 2 set tersebut bisa mendeteksi dengan radius 100 meter dan bisa digerakan otomatis dari kapal RSS Persistance milik Singapura yang sudah tempatkan di lokasi hilangnya pesawat AirAsia di perairan Selat Karimata.

Load More