Foto / news
Oke Atmaja
Direktur Pemantauan dan Operasi KKP Armada Pung Nugroho Saksono (kedua kiri) meninjau kapal ikan ilegal hasil tangkapan di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak di Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (10/6/2021). ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
Dua petugas Kapal Pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersiaga di kapal ikan ilegal hasil tangkapan di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak di Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (10/6/2021). ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
Sejumlah petugas Kapal Pengawas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersiaga di kapal ikan ilegal hasil tangkapan di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak di Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (10/6/2021). ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

Suara.com - Direktur Pemantauan dan Operasi KKP Armada Pung Nugroho Saksono (kedua kiri) meninjau kapal ikan ilegal hasil tangkapan di Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak di Sungai Rengas, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (10/6/2021). Sebanyak 19 kapal ikan berbendera Malaysia, Vietnam, Filipina dan Indonesia berhasil ditangkap lima kapal pengawas perikanan KKP saat melaksanakan operasi pengawasan di Laut Natuna Utara dan Laut Sulawesi pada 3-8 Juni 2021. ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang

Komentar