Suara.com - Orang-orang yang melepaskan balon udara panas yang dilampirkan dengan kembang api selama Festival Cahaya Tazaungdaing di Pyin Oo Lwin, Mandalay, Myanmar, Minggu (6/11/2022). Myanmar kembali mengadakan festival balon udara panas selama lima hari mulai Jumat (4/11) setelah absen selama dua tahun akibat pandemi COVID-19.
Sekitar 76 balon udara panas dalam tiga kategori utama bersaing dalam acara tahun ini, yang berlangsung hingga Selasa (8/11), di Kota Pyin Oo Lwin, Myanmar. Festival balon udara ini sekaligus untuk merayakan festival cahaya Tazaungdaing atau Tazaungdaing Lighting Festival yang jatuh pada Senin (7/11).
Festival Cahaya Tazaungdaing di Myanmar sendiri diadakan pada hari bulan purnama Tazaungmon, atau bulan kedelapan dalam kalender Myanmar, yang menandai akhir musim hujan serta akhir musim Kathina, saat para biksu diberi jubah baru dan derma.
Festival balon udara panas tahunan yang dimulai pada 2005 tersebut diselenggarakan untuk mendorong sektor pariwisata, membantu pembangunan daerah, dan meningkatkan ekonomi daerah. [AFP] [Suara.com/ALfian Winanto]
Tag
Berita Terkait
-
Dari Sarinah ke Bandara, 81 UMKM Bersiap Naik Kelas Lewat Ekosistem Pariwisata
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Sinergi Pariwisata dan Kuliner, BRI Peduli Dongkrak Daya Saing UMKM Desa Hargobinangun
-
Investasi Pariwisata Tembus Rp39 Triliun: Warga Lokal Ikut Kaya atau Cuma Jadi Penonton?
-
Menganyam Tradisi, Membangun Kemandirian: Reformasi Pariwisata Kemiren
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Garuda Pertiwi Runner-up Srikandi Merdeka Cup 2026, Timo Scheunemann Puji Mental Pemain
-
Iqro', Lagu yang Bikin Saya Mikir Ulang soal Kesombongan Sendiri
-
4 Zodiak Paling Hoki 24 Agustus 2026, Diprediksi Ketiban Rezeki dan Keberuntungan
-
Romantis Sekaligus Realistis & Alasan Lain yang Bikin Harus Nonton Film "Dan Bandung" di Bioskop
-
Warga Kepulauan Seribu Ingin Transportasi Laut Murah, Transjakarta Siap Ambil Alih
-
IHSG Masih Bertengger di Level 6.500 Pagi Ini, Pantau BBNI
-
Lulusan Terbaik Undip Antre Jadi Buruh: Saat Ijazah Sarjana Tak Lagi Menjamin Pekerjaan
-
Lewat Skema Transfer, Kendal Tornado FC Datangkan Fikron Afriyanto dari Persijap
-
Gubernur Khofifah Dorong Trauma Healing Berkelanjutan di Lokasi Pengungsian Pascagempa NTT
-
Emas Antam Melambung Tinggi, Harganya Rp2,75 Juta/Gram