Foto / News
Selasa, 06 Januari 2026 | 19:34 WIB
Aktivis dari Free Palestine Network (FPN) melakukan aksi bela Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Selasa (6/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Aktivis dari Free Palestine Network (FPN) melakukan aksi bela Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Selasa (6/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Aktivis dari Free Palestine Network (FPN) melakukan aksi bela Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Selasa (6/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Aktivis dari Free Palestine Network (FPN) melakukan aksi bela Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Selasa (6/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Aktivis dari Free Palestine Network (FPN) membakar foto Donald Trump melakukan aksi bela Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Selasa (6/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Aktivis dari Free Palestine Network (FPN) melakukan aksi bela Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Selasa (6/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Aktivis dari Free Palestine Network (FPN) melakukan aksi bela Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Selasa (6/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Aktivis dari Free Palestine Network (FPN) melakukan aksi bela Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Selasa (6/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Aktivis dari Free Palestine Network (FPN) melakukan aksi bela Venezuela di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas sekaligus mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar membebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, dan tidak melakukan imperialisme di Venezuela.

Mereka membawa sejumlah spanduk dan poster yang menyerukan penghentian agresi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela dan pemulihan kedaulatan negara tersebut, serta menyatakan dukungan terhadap rakyat Venezuela yang menolak apa yang mereka sebut sebagai intervensi dan imperialisme AS. [Suara.com/Alfian Winanto]

Load More