News / Nasional
Rabu, 07 Januari 2026 | 17:58 WIB
Ilustrasi Nicolas Maduro, Presiden Venezuela ditangkap militer AS [Ist/via Military Leak]
Baca 10 detik
  • Operasi militer Amerika Serikat pada Sabtu (3/1/2026) bertujuan menangkap Presiden Nicolas Maduro, memicu kecaman dan ketegangan geopolitik.
  • AS membatasi invasi skala penuh karena mobilisasi massa Venezuela yang mempersenjatai diri dan penolakan domestik di AS.
  • AS beralih ke operasi "surgical strike" untuk pemenggalan kepala negara, mengindikasikan kelemahan politik imperialisme mereka.

Suara.com - Operasi militer dilakukan oleh Amerika Serikat untuk menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan istrinya Cilia Flores pada Sabtu (3/1/2026).

Intervensi Amerika Serikat terhadap Venezuela menimbulkan kecaman internasional.

Serangan rangkaian bom dan penangkapan ini menimbulkan ketegangan geopolitik, serta mengguncang Venezuela.

Amerika Serikat yang melakukan operasi penangkapan terhadap Presiden Venezuela menunjukkan rapuhnya kekuatan politik imperialisme Venezuela.

Operasi tersebut juga memunculkan ketidakstabilan politik di Venezuela, baik secara internasional maupun domestik.

“Fakta bahwa pemerintahan Trump harus melakukan operasi dengan cara ini juga merupakan bukti kelemahan politik imperialisme – di Venezuela, secara internasional, dan di dalam negeri,” tulis Direktur Eksekutif The People’s Forum dan peneliti di Tricontinental, Manolo De Los Santos, seperti dikutip dari People Dispatch pada Rabu (7/1/2026).

Alih-alih invasi skala penuh, keputusan rezim Trump untuk melaksanakan operasi ini menjadi bukti nyata kekuatan perlawanan rakyat yang terorganisir.

Dalam artikelnya, Manolo menjelaskan ada dua faktor utama yang membatasi Amerika Serikat dalam melakukan intervensi militer di Venezuela.

Faktor pertama, mobilisasi massa di Venezuela. Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, menyerukan untuk memperluas Milisi Bolivarian.

Baca Juga: Aksi Solidaritas untuk Venezuela di Kedubes Amerika

Hal tersebut menyebabkan 8 juta warga mempersenjatai diri.

Tidak hanya itu, dengan militer profesional Venezuela yang tetap solid dan tidak terpecah, kondisi tersebut menciptakan ancaman bahwa setiap invasi darat akan berubah menjadi perang rakyat berkepanjangan dan memakan biaya yang besar.

“Hal ini menciptakan skenario di mana invasi darat apa pun akan berubah menjadi perang rakyat yang berkepanjangan, dengan biaya politik dan material yang tidak dapat diterima bagi Amerika Serikat,” kata Manolo.

Manolo menilai pemerintah Trump juga secara diam-diam mengakui basis dukungan kuat Chavismo dan Revolusi Bolivarian yang masih ada.

Bahkan mereka mengakui bahwa oposisi kanan Venezuela tidak memiliki dukungan cukup untuk memimpin negaranya.

Manolo juga menegaskan bahwa AS mengakui bahwa oposisi kanan Venezuela tidak memiliki dukungan cukup untuk memimpin negara.

Load More