Foto / News
Senin, 18 Mei 2026 | 15:00 WIB
Ilustrasi InDrive
Mark Tolley, Regional Director APAC inDrive [ho]
ilustrasi Indrive [ho]

Suara.com - Perusahaan ride-hailing inDrive menyoroti isu tarif, komisi, dan kesejahteraan pengemudi yang menjadi perhatian utama di kawasan Asia Pasifik. Dinamika industri dinilai terus berkembang mengikuti perubahan regulasi, kondisi ekonomi, dan tuntutan ekosistem yang lebih transparan.

Regional Director APAC Mark Tolley menyebut aksi pengemudi di berbagai negara mencerminkan meningkatnya kebutuhan terhadap keadilan dan keseimbangan dalam industri ride-hailing. Persoalan tarif dan komisi disebut bukan hanya terjadi di satu negara.

inDrive menilai setiap pasar memiliki tantangan berbeda, mulai dari regulasi, biaya operasional, hingga tingkat persaingan industri. Karena itu, perusahaan menggabungkan prinsip global seperti transparansi dan keadilan dengan pendekatan lokal di tiap negara.

Untuk menghadapi tekanan biaya operasional dan kenaikan harga bahan bakar, inDrive mengedepankan model negosiasi harga antara pengemudi dan penumpang. Sistem tersebut dinilai lebih fleksibel karena tarif disepakati langsung sesuai kondisi di lapangan.

Di Indonesia, inDrive memperkuat komunikasi dengan komunitas pengemudi melalui berbagai kanal, pertemuan rutin, serta driver lounge di sejumlah kota. Pendekatan itu dilakukan untuk menampung aspirasi dan menjaga hubungan yang lebih terbuka dengan mitra pengemudi.

Selain itu, inDrive terus mengembangkan fitur keamanan aplikasi guna melindungi pengemudi dan penumpang. Perusahaan juga menilai kolaborasi antara pemerintah, industri, dan komunitas pengemudi penting untuk menciptakan ekosistem ride-hailing yang adil dan berkelanjutan.

Load More