Foto / News
Selasa, 07 Juli 2026 | 06:00 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan tahu di Pabrik Rumahan kawasan Mampang, Jakarta, Selasa (7/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pekerja menyelesaikan pembuatan tahu di Pabrik Rumahan kawasan Mampang, Jakarta, Selasa (7/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pekerja menyelesaikan pembuatan tahu di Pabrik Rumahan kawasan Mampang, Jakarta, Selasa (7/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pekerja menyelesaikan pembuatan tahu di Pabrik Rumahan kawasan Mampang, Jakarta, Selasa (7/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pekerja menyelesaikan pembuatan tahu di Pabrik Rumahan kawasan Mampang, Jakarta, Selasa (7/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pekerja menyelesaikan pembuatan tahu di Pabrik Rumahan kawasan Mampang, Jakarta, Selasa (7/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pekerja menyelesaikan pembuatan tahu di Pabrik Rumahan kawasan Mampang, Jakarta, Selasa (7/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pekerja menyelesaikan pembuatan tahu di Pabrik Rumahan kawasan Mampang, Jakarta, Selasa (7/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pekerja menyelesaikan pembuatan tahu di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta, Senin (29/6/2026). Pemerintah menyiapkan subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram bagi perajin tahu dan tempe sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi semester II 2026.

Subsidi tersebut diberikan untuk menjaga biaya produksi perajin tahu dan tempe di tengah fluktuasi harga kedelai global. Pemerintah menyiapkan kuota subsidi sebanyak 250 ribu ton atau sekitar 10 persen dari kebutuhan kedelai nasional yang mencapai 2,5 juta ton per tahun.

Subsidi kedelai akan disalurkan melalui Perum Bulog dengan besaran Rp2.000 per kilogram. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan produksi sekaligus menstabilkan harga tahu dan tempe di pasaran.

Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan kedelai nasional. Karena itu, pemerintah menilai intervensi melalui subsidi diperlukan sebagai langkah menjaga daya saing perajin serta melindungi daya beli masyarakat dari dampak kenaikan harga bahan baku. [Suara.com/Alfian Winanto]

Load More