- Kementerian Desa dan World Bank menggelar sosialisasi kebijakan ketahanan pangan di Serang, Banten, pada Selasa, 30 Juni 2026.
- Wakil Ketua Umum ABPEDNAS, Irfan Aghasar, menyatakan organisasinya telah menjalankan program ketahanan pangan mandiri sebelum kebijakan pemerintah tersebut disosialisasikan.
- Program mandiri ABPEDNAS meliputi budidaya bioflok, pengembangan ayam petelur, dan penyediaan sumur air bersih berbasis teknologi bagi masyarakat.
Suara.com - Wakil Ketua Umum DPP ABPEDNAS, Irfan Aghasar, menegaskan bahwa berbagai program ketahanan pangan yang saat ini disosialisasikan pemerintah sejatinya telah lebih dulu dijalankan oleh ABPEDNAS secara mandiri di berbagai daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Irfan usai menghadiri acara sosialisasi kebijakan ketahanan pangan lokal dan pemberdayaan masyarakat desa dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Kegiatan ini digelar oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bekerja sama dengan World Bank di Swiss-Belinn Modern Cikande, Serang, Banten, Selasa (30/6/2026).
Dalam keterangannya, Irfan menyebut bahwa ABPEDNAS telah mengimplementasikan sejumlah program konkret yang sejalan dengan kebijakan pemerintah.
Ia mencontohkan program bioflok, pengembangan ayam petelur, hingga penyediaan sumur air bersih berbasis teknologi.
“Apa yang hari ini disosialisasikan oleh kementerian desa, kami dari ABPEDNAS telah kerjakan secara mandiri jauh hari sebelumnya. Contohnya bioflok, program ayam petelur, hingga pembagian sumur bersih dengan sistem QR Code Control melalui program JAGA PANGAN,” ujar Irfan.
Ia juga mengapresiasi langkah Kementerian Desa yang dinilai mampu merespons tantangan mendasar, khususnya terkait dampak perubahan iklim terhadap desa.
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis desa.
“Tentunya kami dari DPP ABPEDNAS mengapresiasi apa yang dilakukan Kemendes, yang mampu mengantisipasi dan menyiapkan diri dalam menghadapi permasalahan perubahan iklim ke depan. Kami berharap ke depan bisa terjalin kolaborasi yang lebih erat,” ungkapnya.
Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti Ajak Siswa Biasakan Cek Komposisi dan Tanggal Kedaluwarsa Makanan
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, antara lain Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Kepala BRIN Prof. Arif Satria, perwakilan World Bank, Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, serta Bupati Serang Hj. Ratu Rachmatuzakiyah.
Selain itu, hadir pula berbagai asosiasi desa dan para kepala desa se-Kabupaten Serang yang menjadi bagian penting dalam implementasi kebijakan ketahanan pangan di tingkat lokal.
Berita Terkait
-
Mendikdasmen Abdul Mu'ti Ajak Siswa Biasakan Cek Komposisi dan Tanggal Kedaluwarsa Makanan
-
Harga Pangan Nasional Kompak Turun Hari Ini: Cabai Rawit Merah Masih Bertahan di Atas Rp57 Ribu
-
Harga Pangan Hari Ini Berubah! Cabai Turun, Bawang Merah Naik
-
Dirut Bulog Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Anggota VII BPK RI
-
Harga Cabai Turun Namun Bawang Putih Naik, Ini Penyebabnya
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?
-
Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti
-
MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu
-
TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global
-
Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok
-
PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG
-
BNN Catat 50 Orang Meninggal Tiap Hari Akibat Narkoba, Rehabilitasi Harus Jadi Prioritas
-
Buru Bupati dan Sekda Kuansing, KPK Telusuri Dugaan Kebocoran Informasi
-
Dittipideksus Bareskrim Sita 18,1 Ton Sianida Ilegal, Dua Tersangka Ditetapkan
-
Kasus Eltras Jadi Evaluasi, Polda NTT Sisir Seluruh Tempat Hiburan Malam