/
Jum'at, 21 April 2023 | 07:12 WIB
Gus Aab, KH.Abdullah Syamsul Arifin, Memaknai perbedaan Soal Penentuan 1 Syawal.(Foto:Tangkapan Layar/YouTube Ponpes Nurul Jadid)

SUARA GARUT - Perbedaan itu adalah rahmat, demikian sempat dinyatakan oleh sesepuh ulama Nahdlatul Ulama asal Jember Al Mukarom Kh.Abdullah Syamsul Arifin.

Katib Syuriyah PCNU Jember 2019 itu menyebutkan, perbedaan itu datang dari waktu-kewaktu antar kelompok dalam masyarakt, namun sebenarnya itu adalah fitrah dan rahmat.

"Sebagaimana qaul Nabi, ikhtilafu ummati rahmatun, perbedaan yang ada pada umatku adalah rahmat," kata KH.Abdullah Syamsul Arifin, dikutif garut.suara.com dari halaman nu.or.id, pada Jumat, (21/04/2023).

Mengutif penjelasan hadits riwayat At-Turmudi bahwa, pada suatu saat nanti umat islam akan terbagi menjadi 73 golongan (Firqah), pada dasarnya perbedaan itu tak dapat dihindari.

Pengasuh Pesantren Darul Arifin Jember itu berpendapat, sumber perbedaan itu nyatanya bukan bersumber dari Agama, melainkan dari kepentingan kekuasaan, ekonomi atau pendapatan.

"Cara untuk memperkecil perbedan itu adalah dengan memberikan pemerataan kesejahteraan (Welfare state," kata KH.Abdullah Syamsul Arifin.

Mengutif pendapat Imam As Syafi'i, al ittifaq fil ittihad atau bersatu dalam kesamaan, jika tidak memungkinkan demikian, maka bersatu dalam perbedaan atau al ikhtilaf fil ittihad.Imbuh Putra bungsu KH.Syamsul Arifin.

Menyikapi perbedaan dalam menentukan penentuan 1 syawal atau bulan Hijriyah yang terjadi di Indonesia, seyogyanya harus menjadi rahmat.

Tidak menjadi sebab perpecahan umat muslim di Indoensia, tidak menjadi sebab permucuhan, karena hanya berbeda pandapat.

Baca Juga: Hasil Liga Europa Dini Hari Tadi: Manchester United Tersingkir, AS Roma dan Juventus ke Semifinal

Seperti kita maklumi, Hari ini Jumat, 21 April 2023, umat muslim dari kalangan Muhamadiyah telah menentukan hari ini, adalah Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1444 H.

Sementara itu, Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI, berdasarkan hasil sidang Istbat penentuan 1 Syawal 1444 H, jatuh pada Sabtu, 22 April 2023.

Perbedaan cara pandang dalam menentukan 1 Syawal baik Muhamadiyah, maupun Pemerintah jangan dijadikan sebagai perpecahan, melainkan harus menajadi rahmat.

KH. Abdullah Syamsul Arifin mengajak untuk menanamkan nilai-nilai of religion, mencari kesamaan dalam perbedaan selaras dengan idiologi negara Pancasila Bhineka Tunggal Ika.

"Berbeda-beda, namun satu jua, demi mewujudkan persatuan Indonesia dan kesejahteran bagi seluruh rakyat Indoensia," pungkasnya.(*)

disclimer: Artikel ini Dihimpun garut.suara.com dari berbagai sumber

Load More