SUARA GARUT - Ditengah sulitnya tenaga honorer teknis menjadi ASN PPPK pada formasi 2022, kini malah datang fenomena baru.
Pada tahun ini di BKN tercatat sebanyak 931 formasi 2021, tenaga guru honorer yang sedang proses pengisian DRH malah memilih mengundurkan diri.
Menurut Data BKN angka itu diprediksi akan terus bergerak naik, seiring proses DRH, hingga pengusulan NIP PPPK yang akan berakhir 31 Mei 2023.
Disisi lain pemerintah melalui kementerian pendidikan dan kebudayaan, riset dan teknologi (Kemendikbudristek), terus mendorong daerah agar mengajukan usulan formasi.
Usulan formasi tersebut dimaksudkan untuk mengurangi jumlah honorer yang datanya cukup besar.
Terlebih program satu juta guru ASN PPPK yang di gencarkan Kemendikbudristek, masih belum maksimal.
Permasalahan malah kembali muncul, gelombang besar pengunduran diri dari proses rekrutmen yang tengah berlangsung tak dapat dielakan.
Sementara nantinya, jika sudah terdata sebagai salah seorang yang menarik diri dari proses rekrutmen ASN, maka Nomor Induk Kependuduknaya akan otomatis terblokir.
Artinya mereka tidak dapat lagi mengikuti seleksi ASN, baik PNS maupun PPPK.
Padahal pengunduran tenaga guru tersebut terjadi, ditengah gugur massal honorer tenaga teknis formasi 2022.
Ketum Honorer K2 Tenaga Administrasi Indonesia, Andi Melyani Kahar, menyesalkan fenomena baru itu kembali terjadi.
lantaran kata Andi, ditengah banyaknya tenaga administrasi dan teknis sulit menjadi ASN, guru malah ribut mundur begitu saja.
"Jangankan ikut seleksi, mendaftar pun sulit, karena terganjal persyaratan administrasi," pungkasnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Mobil Listrik Tapi Bebas Cas di SPKLU? Buktikan Sendiri Sensasi Nissan e-POWER di Yogyakarta
-
Review Buku "Tentang Dewasa": Teman Renungan dalam Menjalani Kehidupan
-
Kenapa Baterai Smartwatch Cepat Habis? Ini 5 Cara Menghematnya agar Tahan Lama
-
Dorong Inovasi PAI dan Kualitas Pendidikan, UNY Bekali Guru dengan Project Based Learning
-
Harga Daihatsu Rocky Bekas Manual Makin Menggoda: LCGC Kalah Murah, Intip Spesifikasinya
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Telepon PLN 123 Apakah Gratis? Cara Lapor Pemadaman Listrik yang Sering Terjadi
-
PAI UNY Dorong Guru PAI SMA Jogja Terapkan Kesetaraan Gender Berbasis Islam
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol
-
Mulai dari 50 Ribuan! 5 Pilihan Physical Sunscreen Terbaik untuk Kulit Berjerawat