SUARA GARUT - Pengamat pendidikan center of Education Regulations and Development Analysis (Cerdas) Indra Charismiadji menyebutkan pemerintah kurang memprioritaskan guru mendapat sertifikasi.
Indra Charismiadji beralasan, terlihat guru yang seharusnya mendapatkan sertifikat dan tuntas di tahun 2015, faktanya masih banyak guru yang belum tersertifikasi.
Menurut pengamat pendidikan Cerdas tersebut, sangat jelas dalam UU guru dan Dosen diatur terkait penuntasan guru untuk mendapatkan sertifikasi.
"UU Guru dan Dosen yang terbit tahun 2005, sertifikat guru harus dilaksanakan dan tuntas selama 10 tahun, sejak terbitnya UU tersebut," kata Indra Charismiadji dikutip dari Kompas.id.
Menurutnya kegagalan tersebut merupakan bukti pelanggaran UU di dunia pendidikan Indonesia.
Oleh sebab itu, Indra menyarankan adanya perubahan UU itu, misalnya dengan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang (Perpu).
"Atau bisa mengubah UU guru dan Dosen, kemudian didalamnya bisa membahas mutu pendidikan," katanya.
Hari ini, menurut Indra jangan membahas teknis yang rumit, jika dasarnya UU guru dan dosen belum diubah. (*)
Baca Juga: Angkat Kisah Pesugihan dan Punya Plot Twist, Film Kajiman: Iblis Terkejam Penagih Janji Laris Manis
Berita Terkait
-
Catat! Tidak Semua Polisi di Garut Bisa Lakukan Penilangan Manual, Sertifikasi Dakgar Jadi Syaratnya
-
Khawatir DAU Tidak di Trasfer ke Daerah, 607 Guru lulus Passing Grade di Lamsel Terancam Batal Jadi ASN PPPK, Fulkan Gaviri Bilangnya Begini
-
Sebanyak 4 Orang ASN PPPK Guru Garut Memasuki BUP, Begini Cara PGPPPK Perjuangkan JHT, dari Taspen
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi
-
Terima Bos Blueray Divonis 2 Tahun Penjara, KPK Ogah Ajukan Banding
-
IPC TPK Catat Arus Peti Kemas Tumbuh 7 Persen Sepanjang Semester I 2026