SUARA GARUT - Perwakilan honorer lintas profesi akhirnya diterima staf Kepresidenan di istana negara usai melakukan orasi, pada Kamis, (25/05/2023).
Sebelumnya ribuan honorer se-Indonesia itu melakukan orasi didepan patung kuda, jakarta Pusat, secara bergantian dengan tuntutan minta diangkat menjadi ASN.
Orasi para honorer tersebut meminta Presiden Joko Widodo memenuhi keinginanya untuk diangkat sebagai ASN.
Para pengunjukrasa mengaku sudah mengabdi belasan bahkan ada yang mencapai puluhan tahun, dengan penghasialn yang sangat tidak manusiawi.
Pengunjuk rasa asal Papua, menyebutkan di pedalaman tenaga guru dan nakes honorer mendapat gaji 50 sampai 300 ribu rupiah perbulan.
Jumlah tersebut jauh dari nilai kesejahteraan jika dibanding dengan pengabdianya kepada negara.
Sementara dalam orasinya, Waketum DPP Fagar Ma'mol Arif menyerukan agar perwakilan honorer se-Indonesia dapat bertemu dengan Presiden Jokowi.
Mereka menuntut ada keadilan yang sama, baik terhadap guru P1, maupun non P1, Negeri maupun swasta, hingga tenaga kependidikan.
Sejauh ini, Pemerintah hanya fokus pada pengangkatan guru, sedangkan tenaga pendidikan honorer masih belum tersentuh.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, TGS Gelar Pelatihan Penyembelihan Hewan Kurban
Usai diterima Staf Kepresidenan Ketum DPP Fagar Adeng Sukmana menyebutkan, pengangkatan tenaga kependidikan akan dilakukan oleh pemerintah sambil menunggu regulasi.
"Pengangkatan sektor tenaga kependidikan, akan dilaksanakan jika daerah mengajukan formasi berdasarkan anjab ABK," kata Adeng Sukmana kepada garut.suara.com, Jumat, (26/05/2023).
Namun kata Adeng tidak semua tendik bisa diangkat ASN, jika tidak memenuhi kualifikasi minimal D3, dan S-1, serta memiliki sertifikat Keahlian.
Oleh sebab itu, DPP Fagar akan mempersiapkan untuk mengantisipasi tidak terakomodirnya tenaga kependidikan khususnya di Kabupaten Garut. (*)
Berita Terkait
-
Perjuangkan Honorer, Fagar Sebut Disdik Garut Ajukan 6000 Formasi Tenaga Guru, Syaratnya Begini
-
Anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah Mendesak Mendikbudristek Soal Kebutuhan Guru PPPK di Dapil, Kader Muda Golkar Dadan Wildan Bilang Ini
-
Komisi X DPR RI Gelar RDP Penuntasan Guru Honorer, Menteri Nadim Beberkan Tiga Pilar Solusi Permanen, Poin Dua Bikin Sekolah Happy
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Taruna Akmil Latih Sekolah Rakyat: Haruskah Militer Masuk Ranah Pendidikan?
-
4 Motor 150cc Termurah dan Irit buat Pelajar, Apa Opsinya?
-
Apa Saja Parfum yang Ada di Alfamart? Ini 6 Pilihan dengan Wangi Elegan dan Segar
-
ICW: Prabowo Menormalisasi Rangkap Jabatan lewat Pengangkatan Nanik S. Deyang Cs
-
Paspor Lebanon Gianni Infantino: Saat Politik Dilarang di Lapangan, Tapi Dihalalkan di Kursi VVIP
-
Tak Cuma Ganggu Mental, Stres Kerja Bisa Picu Hipertensi hingga Diabetes
-
Kolom Komentar Instagram Dipenuhi Spam Judi Online, Pakar Siber Minta Platform Bertindak Tegas
-
Kalah Menyakitkan dari Belgia, Ini Ucapan Menyentuh Bek Timnas Senegal Moussa Niakhate
-
17 Saksi Pembakaran Santri Diperiksa Polisi
-
Lompatan Suporter Meksiko saat Lawan Ekuador Picu Getaran Mirip Gempa