SUARA GARUT - Belasan anak di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut diduga jadi korban pelecehan oknum guru ngaji bernama Aep Saepudin (50). Kini para korban mendapat pendampingan dari Pemkab Garut.
Kepala DP2KBP3A Kabupaten Garut, Yayan Waryana menyebut dari 17 orang yang diduga dilecehkan, baru 10 anak yang resmi melaporkan kepada pihaknya.
Pelecehan dilakukan di rumah Aep yang juga kerap jadi tempat menginap anak-anak. Pasalnya, Aep merupakan seorang duda tanpa anak.
"Jadi memang ada kesempatan melakukan penyimpangan itu di ruma pelaku. Tapi sampai sekarang laporannya baru memeluk, memegang kemaluan, sampai mencium. Untuk soal pelecehan seksual hasil visumnya ada di Polres," ujar Yayan, Jumat, 2 Juni 2023.
Bagaimana kronologis kasus tersebut bisa sampai terungkap? Apa saja yang sudah dilakukan pemerintah dalam penanganan korban?
Berikut kronologis yang diungkap Kepala DP2KBP3A.
1. 19 Mei, pihaknya mendapat laporan dari Polsek Samarang telah terjadi tindakan asusila. Mulai dari memegang kemaluan, mencium, merangkul, dan memeluk.
2. 22 Mei ada laporan ke unit PPA Polres dan UPTD PPA. Pihaknya pun memberi assemen ke korban pelecehan seksual.
3. 23 Mei lakukan visum ke RSUD dr Slamet dan beri pendampingan BAP lanjutan. Hasil visum berada di pihak kepolisian.
Baca Juga: Catat! Jadwal Persib di Liga 1 2023/2024 Bulan Juli, Madura United Jadi Lawan Pertama
4. 24 Mei UPTD PPA dan Polres mengadakan kegiatan dengan hadirkan psikolog di DP2KBP3A untuk melakukan trauma healing. Sebanyak 44 peserta anak dan keluarga korban mengikuti kegiatan tersebut.
5. 30 Mei, pendampingan UPTD PPA dalam penandatanganan BAP dan olah TKP.
6. 31 Mei pelaku sudah diamankan. Dinas melakukan pendampingan dengan membawa 10 korban untuk cek darah dan urine ke RSUD dr Slamet untuk pastikan terbebas dari infeksi HIV dan penyakit lainnya.Hasilnya diserahkan ke Polres dan kewenangannya ada di Polres.
Saat ini Yayan menyebut pendampingan terus dilakukan kepada korban dan keluarga. Pendampingan juga dilakukan ke sekolah anak agar tetap melanjutkan pendidikan dan tak jadi korban perundungan. (*)
Editor: Firman
Berita Terkait
-
Duh Progres Penetapan NI PPPK di Daerah Ini Belum Mencapai Target 100 Persen, Guru Honorer di Garut Masih berharap - Harap Cemas
-
Janda Miskin di Garut Hidup Prihatin, Tak Punya BPJS Kesehatan Padahal Ada Benjolan di Mata Anak
-
Heboh Video Keluarga Korban Pencabulan di Madina Minta Perlindungan Kapolri hingga Presiden, Polisi Bilang Begini
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Sunscreen Moell untuk Usia Berapa? Cek Klaim, Harga, dan Review Pembeli
-
UU Tipikor Dianggap Masih Abaikan Pemenuhan HAM, Kasus Eks Jampidsus hingga MBG Jadi Sorotan
-
Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra Resmi Meluncur, Harga Mulai Rp30 Jutaan, Selain Fitur AI Ada Apa Lagi?
-
Resmi Meluncur, Samsung Galaxy Z Fold8 Ultra, Fold8, dan Flip8 Meluncur, AI Ubah Masa Depan HP Lipat
-
Kejutan Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Vozinha Gusur Unai Simon, Spanyol dan Prancis Dominan
-
Dibanding Beri Denda ke Pindar, KPPU Diminta Utamakan Pencegahan
-
Amankan Aksi Cipayung Plus dan Ojol, Polda Metro Turunkan Ratusan Personel di Jakpus
-
IHSG Bangkit Lagi di Awal Sesi ke Level 6.300, Pantau TPIA
-
Bisikan Tegas Pramono Anung ke Cak Imin: Orang yang Tinggalkan Partainya Nggak Pernah Jadi Besar
-
Mamuju Tengah Usulkan Lahan Baru Sekolah Rakyat