SUARA GARUT - Badan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Merdeka (GMM) Garut, Jawa Barat, menilai, adanya dugaan proyek fiktif di Dinas Pertanian Kabupaten Garut.
"Dugaan proyek fiktif itu ada di DPA tahun 2022 sampai 2023. Misalnya izin usaha pertanian itu sampai memakan anggaran 1 milyar rupiah lebih. Padahal apa input dan out put nya kepada petani. Nah itu salah satu kasusnya," ungkap Koordinator aksi GMM Garut, Zidan, usai berorasi di depan kantor Bupati Garut, Jl. Pembangunan, Senin (05/06/2023).
Ia menilai Kadis Pertanian Garut, BY (inisial) melanggar Peraturan Pemerintah (PP) nomor 94 th 2001 dengan tidak melaporkan LHKPN.
"Di tahun 2021 hartanya Rp. 1,8 milyar. Tapi di tahun 2022-2023 ia tidak melaporkannya ke LHKPN padahal pejabat lain sudah. Artinya ia melanggar perundang undangan," katanya.
Adapun temuan harta lainnya baik yang bergerak, maupun harta tak bergerak, lanjutnya, akan dibuka sesuai hasil penyelidikan dan temuan lapangan.
"Nanti kita akan bukan fotonya apa saja, yang mengurusnya siapa, dimana lokasinya, nanti ke penyidik kejaksaan," katanya.
Dalam aksi yang dilakukan GMM Garut di depan kantor Bupati Garut, yang dilanjut ke kantor Dinas Pertanian dan berakhir di Gedung DPRD Garut itu menyampaikan seruan aksi Raport Merah Kadis Pertanian Kabupaten Garut diantaranya:
- Usut tuntas dugaan proyek fiktif Dinas Pertanian
- Tidak adanya penyegaran atau rotasi jabatan di lingkungan Dispertan
- Program pertanian yang tidak memihak pada kesejahteraan petani.
- Sering terjadinya gagal panen yg diakibatkan tidak adanya antisifasi dari Dispertan
- Alih fungsi lahan pertanian yang tidak sesuai prosedur.
- Dianggap melanggar LHKPN
- Adanya intervensi dari beberapa pejabat Dinas Pertanian untuk tidak melakukan aksi.
Dalam aksi Senin pagi itu mahasiswa membawa peralatan pertanian seperti cangkul, semprotan pestisida dan lainnya.(*)
Baca Juga: Profil Hamdan Hamedan, Mantan Utusan PSSI yang Disentil Arya Sinulingga
Berita Terkait
-
KPM PKH di Desa Bungbulang Garut Bingung, Hanya Terima Struk Pencairan Sementara Uangnya Sudah Raib Entah ke Mana
-
Anggota PSHT Mesti Tiru Langkah Pendekar di Garut, Miliki Banyak Prestasi Hingga Tingkat Dunia dan Selalu Menghindari Tawuran
-
Viral! Catut Nama Kadisdik Kabupaten Garut,4,3 Juta Rupiah Milik Mahasiswa IPI Raib, Pelaku Sebut Untuk Urusan PPPK
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
Terkini
-
5 Negara Beri Diskon Gila Saat Indonesia Mulai Tarik Pajak Mobil Listrik
-
Jawab Tantangan Gubernur Pramono, Bank Jakarta Pasang Target Jadi Orkestrator Ekonomi Ibu Kota
-
Misteri Penemuan Torpedo Kuning di Pesisir Pulau Kangean
-
Azizah Salsha Ngamuk Dihujat Fans Internasional Gara-Gara Harry Styles
-
Rupiah Melemah Hari Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.164 Jelang Pengumuman BI
-
Silent Treatment Ala Iran Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
-
4 Rekomendasi Parfum Pria untuk Cuaca Panas, Aromanya Tidak Menyengat
-
7 Fraksi DPRD Kaltim Setuju Gulirkan Hak Angket Usut Kebijakan Rudy Mas'ud
-
Tentara Israel yang Hancurkan Patung Yesus di Lebanon Dijatuhi Hukuman Ringan
-
Menjelajahi Menara Galata: Ikon Istanbul dengan Panorama 360 Derajat