SUARA GARUT - Pemerintah pusat berencana mengambil data pokok Pendidikan (Dapodik) 2022 sebagai patokan Kemendikbudristek pada Seleksi PPPK 2023 yang akan datang.
Mendengar kabar Cut Off data dapodik 2022 sebagai patokan seleksi PPPK 2023, guru P1 tanpa formasi di buat meradang.
Guru P1 tanpa formasi tentu menolak kebijakan tersebut, karena akan banyak merugikan guru honorer yang tidak terintegrasi ke data dapodik sebelumnya.
Hal tersebut seperti disampaikan Ketum FGHNLPSI Heti Kustrianingsih kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Menurut Heti, dari 62,546 guru P1 tanpa formasi PPPK saat ini banyak yang sudah pindah sekolah, bakan daerah.
Pindahnya mereka dari sekolah lama, lantaran dikeluarkan dari sekolah itu akibat sudah dinyatakan lulus passing grade (PG) dalam seleksi ASN PPPK.
Jika Pemerintah tetap mengambil data dapodik tahun 2022, tentu saja yang bersangkutan sudah pindah dari sekolah lama karena telah dikeluarkan oleh sekolahnya.
Nasib malangnya, meski mereka sudah dikeluarkan dari sekolah karena lulus PPPK, sayangnya guru tersebut masih belum mendapatkan penempatan tugas hingga saat ini.
Bukan hanya itu, kata Heti tidak sedikit pula guru P1 lulus passing grade tanpa penempatan, beralih tugas ke daerah lain.
Baca Juga: 6 Urutan Film Sebelum Nonton Transformers: Rise Of The Beasts, Wajib Ditonton Dulu!
Mereka mencari sekolah baru yang mau memperkerjakan, seorang lulusan seleksi ASN PPPK tanpa mendapat penempatan atau formasi.
Heti mencontohkan, banyak guru SMP mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) pindah kedaerah lain, meski masih dalam satu Provinsi.
Akan tetapi, sambung Heti akan sia-sia perjuangan mereka jika Kemendikbudristek bersikukuh mengambil data dapodik, atau Cut Off data 2022.
"Pasti akan banyak guru yang P1 tidak memenuhi syarat, mereka seperti ayam kehilangan induknya," kata heti.
Pasalnya sekolah tempat bernaung secara sepihak malah memberhentikanya, karena dinilai sudah lulus Passing grade seleksi ASN PPPK.
Faktanya, kata Heti tahun 2021-2022, tercatat 193,954 guru honorer tidak mendapatkan penempatan, mirisnya, tidak semua dipertahankan oleh sekolah yang bersangkutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Aturan Baru OJK Minta Bank Biayai MBG hingga KDMP, Purbaya Klaim APBN Masih Cukup
-
3 Terobosan Pajak Kendaraan Ala Dedi Mulyadi di Jawa Barat yang Bikin Warga Senyum Lebar
-
Video Sumpah Injak Al-Quran di Malingping Viral, MUI Lebak: Itu Haram
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Siap-Siap! Sekda Segera Umumkan Daftar ASN yang Terlibat Jual Beli Jabatan di Bogor
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Gak Perlu KTP Pemilik Pertama, Kini Dedi Mulyadi Usul Bayar Balik Nama Disubsidi
-
Minat Investasi Emas Melonjak, Ini Cara Jual Beli Aman Tanpa Potongan Tersembunyi
-
Kementerian ESDM Lelet Urus RKAB, Perhapi: Banyak Perusahaan Tambang Tak Berfungsi
-
Quiet Quitting ala ASN: Pilih Jalan Fungsional Biar Gak Jadi Pejabat Struktural