SUARA GARUT - Polres Garut segera menetapkan tersangka kepada perusahaan penyalur Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang digerebek pada Rabu malam, 7 Juni 2023.
Salah satu perusahaan akan segera ditetapkan sebagai tersangka. Sementara satu perusahaan lain yang diduga menyalurkan TKI ilegal masih didalami.
Kapolres Garut, AKBP Rio Wahyu Anggoro, mengatakan pendalaman perlu dilakukan karena salah satu perusahaan sudah melakukan operasional sejak 2016.
"Kemungkinan akan segera ditetapkan tersangka yang satu (perusahaan penyalur). Sedangkan yang satu lagi masih didalami," ujar Rio saat dihubungi, Kamis, 8 Juni 2023.
Pengungkapan kasus penyalur TKI ilegal ini, lanjut Rio, merupakan perintah langsung dari Kapolri.
Banyak pekerja migran yang berangkat ke luar negeri menggunakan jalur ilegal. Presiden Joko Widodo menaruh perhatian terhadap permasalahan ini dan memerintah Kapolri untuk mengusut.
"Kasus yang pertama sudah diproses sejak sebulan lalu. Sedangkan satu lagi yang tadi malam (dilakukan penggerebekan)," katanya.
Pada salah satu perusahaan penyalur TKI ilegal yang diproses sejak sebulan lalu, pihaknya menemukan tempat penampungan pekerja migran.
Para pekerja migran tersebut bahkan telah siap berangkat ke beberapa negara. Seperti Jepang, Thailand, hingga Norwegia.
Baca Juga: Sudah di Dalam Pesawat, Baim Wong Mendadak Batal Berangkat Haji
"Yang siap berangkat ini nantinya akan bekerja di kapal," ucapnya.
Pekerja migran dari perusahaan penyalur ilegal itu tak cuma berasal dari Kabupaten Garut. Bahkan terdapat warga Makassar yang sengaja dibawa ke Garut.
"Kami menemukan di satu LP ini ada tempat penampungan. 10 orang siap diberangkatkan," ujarnya. (*)
Editor: Firman
Berita Terkait
-
Gerebek 2 Penyalur Migran Ilegal, DPRD Jabar Desak Polisi Usut Tuntas Kasus TPPO di Kabupaten Garut
-
Usai Penggerebekan Dua Perusahaan Penyalur TKI Ilegal di Garut, Polisi Dalami Keterkaitan dengan Kasus TKW yang Disiksa di Arab Saudi
-
Polisi Grebek Penyalur Pekerja Migran Ilegal di Garut, Ini Syarat Resmi Menjadi TKI Legal
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena