SUARA GARUT - Di luar nalar peristiwa yang menimpa warga Kabupaten Garut karena tiba-tiba masuk dalam daftar peminjam uang di Permodalan Nasional Madani (PNM).
Aneh tapi nyata, kasus ini bikin geger warga di Desa Sukabakti, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Mereka keheranan karena namanya masuk sebagai penerima pinjaman.
Warga makin heran saat pinjaman itu sudah menjadi tunggakan. Besarannya cukup fantastis. Setiap warga memiliki utang dari Rp850 ribu sampai Rp2 juta.
Seolah kena prank, warga mulanya tak percaya bila mereka punya utang ke PNM. Padahal selama ini mereka tak pernah mengakukan pinjaman.
Uang tak didapat, namun utang sudah makin menumpuk. Warga akhirnya protes ke pihak desa dan meminta dilakukan klarifikasi.
Hasil pendataan pihak desa, ada 407 warga yang disebut punya utang ke PNM.
Kepala Desa Sukabakti, Wawan Gunawan menyebut, ada oknum yang jadi penyebab warga di wilayahnya tercatat memiliki utang di PNM.
Dari penelusuran itu, Wawan telah mengantongi nama yang jadi biang kerok hingga menyebabkan warga berutang.
"Jadi data pribadi warga ini dicuri sama Ketua Program PNM Mekaar," ucap Wawan.
Baca Juga: Rome E-Prix 2023, Ban Hankook iON Race Tire Diuji di Bawah Cuaca Ekstrem Gelombang Panas
Warga telah mendatangi kantor desa untuk menandatangani surat pernyataan tak pernah berhutang pada pihak PNM. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
BBM Non-Subsidi Naik Drastis: 5 Langkah Efisiensi Walikota Bandung untuk Hemat Anggaran
-
6 Fakta Pabrik Vape Narkoba 'Labubu' di Medan yang Dikendalikan WNA Singapura
-
Mendarat dari Bangkok, 10 Penumpang WNI Langsung Positif Narkoba di Bandara Soetta
-
Layanan Perumda Tirtanadi Lumpuh, LAPK Sumut: Jangan Jadikan Listrik Sebagai Alasan
-
Kawanan Tawon Serang Hajatan Gegara Musik Organ Tunggal, Tamu Kocar-kacir
-
Triliunan Rupiah Mangkrak! 21 Ribu Motor Listrik Program Makan Gratis Menumpuk di Gudang Sentul
-
Hornbills Mengamuk! Tiket Final IBL 2026 di Depan Mata Usai Tumbangkan Satria Muda
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Skor PCMB Jabar 2026 Menyusut? Dedi Mulyadi: Jangan Panik, Itu Penyesuaian Sertifikat Prestasi
-
Pertamax Tembus Rp16.250, Walikota Bandung Instruksikan Langkah Efisiensi Besar-besaran