SUARA GARUT - Pemerintah dan Komisi II DPR RI, dikabarkan terus menggodok Rancangan Undang-Undang Aparatur Sipil negara (RUU ASN), pasca penundaan pada sidang paripurna, 13 Juli 2023 yang lalu.
Agenda pembahasa yang dinilai paling krusial saat ini, adalah terkait penyelesaian 2,3 juta honorer yang sudah terdata bestkan pemerintah.
Saat ini, pemerintah memang tengah mewacanakan pengangkatan 2,3 juta honorer menjadi ASN PPPK Part Time.
Adanya wacana pengangkatan honorer menjadi PPPK Part Time atau paruh waktu, setidaknya membuat honorer wawas, begitu pula PPPK yang sudah aktif bertugas.
Pasalnya mereka belum memahami mekanisme terhadap kedua jenis ASN yang diusulkan dalam RUU ASN tersebut.
"Mekanismenya harus diperjelas seperti apa," kata Dewan Pembina Honorer K2 Teknis Administrasi Indonesia (TTA) Nur Baitih.
PPPK penuh waktu, dan paruh waktu, keduanya harus jelas kategorinya, sambung Nur Baitih.
Dia khawatir pengangkatan PPPK paruh waktu tersebut bersifat sementara, lantas bagaimana dengan perjanjian kerja berikutnya.
Pihaknya memang sempat membaca ada klausul dalam RUU ASN yang menjelaskan jika instansi membutuhkan PPPK penuh waktu, maka yang paruh waktu akan menjadi prioritas.
Baca Juga: Dicap Sering Halu, Doddy Sudrajat Kali Ini Ngaku Ditawari Buka Bisnis Clothing
"Pengaturanya harus jelas, agar PPPK paruh waktu tidak mudah disingkirkan pemerintah," tegasnya.
Nur Baitih juga mempertanyakan, bagaimana posisi PPPK yang sudah aktif, jangan sampai malah membuat mereka menjadi tidak aman dengan adanya kebijakan tersebut.
Nur Baitih beranggapan, takutnya Pemda lebih memilih PPPK paruh waktu yang anggaranya lebih kecil.
"Kriteria keduanya harus dipertegas, dan jelas mekanismenya," katanya.
Dia meminta DPR RI harus mengawal agar kebijakan PPPK paruh waktu itu, tidak merugikan honorer K2, atau umum, serta PPPK yang sudah aktif bertugas.
Hampir serupa dengan Nur Baitih, Ketua Forum Honorer K2 Tenaga teknis Administrasi Sulawesi Tenggara Andi Melyani Kahar mengaku intens komunikasi dengan Komisi II DPR RI.
Kata Sean, sapaan akrabnya, Komisi II DPR RI memang tengah memperhitungkan masak-masak dengan sistem PPPK Part Time atau Paruh waktu tersebut, sebelum di syahkan menjadi UU ASN.
Sean meminta Pemerintah dan DPR RI, memutuskan PPPK Paruh waktu, tidak menjebak atau merugikan honorer.
Dirinya berharap, PPPK paruh waktu hak-haknya sama dengan yang penuh waktu.
"Kami legawa menerima PPPK Paruh waktu, selagi sistem dan mekanismenya tidak merugikan honorer," pungkasnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Stres dan Diet Tinggi Protein Bisa Jadi Pemicu Bau Mulut
-
Hadapi Karhutla, Menhut: Cara Paling Efektif Memadamkan Api Ya Hujan
-
Korsleting Listrik Hanguskan 3 Kontrakan Dekat Stasiun Karet, 35 Warga Kehilangan Tempat Tinggal
-
KPK Ungkap 3 Moge Gatot Bea Cukai Dibeli Pakai Dana Operasional
-
Polda Metro Jaya Minta Massa Demo 27 Agustus Besok Tak Rusak Fasilitas Umum
-
Gara-gara Ledakan AI, Kabel Laut Yang Dibangun 5 Tahun Habis Dalam Setahun
-
Hindari Macet! Ini Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Saat Demo 27 Agustus
-
Bobotoh Bisa Nonton Persija vs Persib di GBK? ILeague Singgung Demo Jakarta
-
17 Tersangka Karhutla Sumsel Diproses, Lalu Bagaimana dengan 545 Hotspot di Konsesi?
-
Proses Hukum Febrie Adriansyah Dinilai Cederai Keadilan Prosedural