SUARA GARUT— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut masih terus berupaya menangani kekeringan sebagai dampak dari musim kemarau tahun ini.
Salah satu upaya dilakukan tersebut ialah mencari sumber air bersih baru yang kemudian akan dilakukan pengeboran atau pemasangan pipa saluran air bersih sebagai solusi jangka panjang atau permanen.
Upaya itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Garut, khususnya mereka yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau ini.
"Kalau ada sumber air baik bor atau pun pipanisasi ya itu dilakukan oleh kita oleh pemerintah daerah," kata Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman di Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Kekeringan, Kabupaten Garut, Sabtu (16/9/2023).
Hal ini juga merupakan salah satu program tanggap darurat bencana kekeringan di Kabupaten Garut yang diperpanjang selam dua pekan hingga Minggu (24/9/2023).
Selama dalam periode tanggap darurat itu, dalam hal Pemkab Garut mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak. Selanjutnya akan dilakukan pipanisasi tadi dari sumber mata air yang sudah ada.
Pemkab pun memiliki dua solusi dalam rangka menangani dampak kekeringan akibat musim kemarau di Kabupaten Garut ini.
Adapun solusi jangka pendek berupa menyuplai air bersih ke masyarakat secara langsung. Sedangkan, untuk solusi panjang atau permanen dengan cara mencari sumber mata air baru dan melakukan pengeboran di sumber air baru tersebut.
Sampai saat ini suplai air bersih ke masyarakat didistribusikan melalui tangki air dan ditampung pada beberapa toren air di beberapa titik lokasi yang sudah disiapkan untuk kemudian dibagikan ke masyarakat.
Baca Juga: Kalahkan Persikabo 2-0, Persib Bandung Merangsek ke Peringkat 7 Klasemen
Helmi juga mengaku, untuk solusi permanen, hingga saat ini belum ditemukan sumber mata air baru yang bisa mengakomodasi kebutuhan air masyarakat yang terdampak kekeringan.
Dirinya juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dalam menghadapi situasi ini. Pasalnya, dikatakan Helmi, pemkab pun terus berusaha ketersediaan air bersih agar dapat tetap disalurkan untuk memenuni kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Tak hanya itu, ia juga mengapresiasi masyarakat yang saling membantu dan bekerja sama membuat sumur bor dengan harapan warga dapat mencari serta menemukan sumber air baru sehingga bisa dilakukan pipanisasi.
Tentunya hal tersebut dilakukan untuk mengakomodir kebutuhan sehari-hari warga sekitar. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta
-
7 Sepatu Lari Lokal dengan Desain Paling Berani: Berani Pakai Warna Tabrak Saat Lari?
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF