Ada hal menarik mengenai sepak bola Maroko, negara yang membuat kejutan luar biasa di Piala Dunia 2022.
Fakta bahwa ternyata kompetisi profesional alias Liga Maroko baru bergulir pada 2011. Liga Maroko atau Botola sebenarnya sudah bergulir sudah cukup lama yakni pada 1916.
Namun fakta sejarah mencatat bahwa saat itu kompetisi sepak bola Maroko digulirkan di bawah pengawasan langsung PSSI-nya Prancis, FFF.
Maroko pada periode 1910-an masuk dalam wilayah kekuasaan Prancis. Lalu pada periode 1931, Maroko di bawah pengawasan Spanyol dan kompetisi mereka pun di bawah pengawasan PSSI-nya Spanyol, RFEF.
Baru pada 1956-57, kompetisi di bawah pengawasan federasi sendiri dilakukan Maroko setelah mereka menjadi negara merdeka. Klub Wydad AC menjadi klub pertama yang meraih gelar pertama kompetisi ini.
Liga terus bergulir sejak saat itu, namun ditemui banyak masalah. Kompetisi Liga Maroko memiliki masalah sistemik.
Masalah mulai dari juara liga yang hanya itu-itu saja, antara dua klub dengan ekonomi kuat dan dekat dengan penguasa, Wydad dan AS FAR, sebuah klub berbasis Angkatan Darat Maroko.
Kekerasan jadi Budaya Sepak Bola Maroko
Selain itu masalah yang lebih pelik adalah bagaimana kekerasan menjadi budaya di sepak bola Maroko. Kekerasan antar suporter selalu terjadi di setiap pertandingan.
Kondisi kekerasan di Liga Maroko sangat mirip dengan Liga Indonesia. Setiap musim baru bergulir, selalu ada puluhan orang ditangkap baik di kota Rabat, Casablanca, Oujda ataupun El Jadida.
Baca Juga: Wajib Dicontoh! Hakim Ziyech Tak Pernah Ambil Uang Saat Bela Maroko, Disumbangkan untuk Orang Miskin
Di Indonesia kita kerap mendengar bagaimana suporter mendapat kekerasan saat datang ke stadion, hal itu juga terjadi di Maroko bahkan seperti dilansir dari lematin.ma, korbannya mayoritas anak di bawah umur.
Bahkan meski akhirnya PSSI-nya Maroko putuskan format profesional untuk liga mereka pada 2011, kekerasan tak bisa dipisahkan.
Pada Botola musim 2022-23, aparat kepolisian menangkap puluhan orang di Casablanca dan Rabat. Dari penangkapan itu, polisi menyita senjata tajam hingga bom asap.
Kekerasan di sepak bola Maroko bahkan membuat dinas rahasia polisi, DGSN sampai turun tangan. DGSN ialah unit khusus kepolisian kerajaan Maroko.
Pada periode September 2022, DGSN melakukan operasi penyisiran dan penangkapan di 4 kota Maroko. Hasilnya mereka menangkap 38 orang yang terlibat dalam kerusuhan di laga AS FAR vs Renaissance Sportif de Berkane.
Saat ditangkap para perusuh ini juga membawa narkotika. Di hari yang sama, DGSN juga menangkap 23 orang saat pertandingan Wydad vs Difaa El Jadida. Mirisnya, dari 23 yang ditangkap ada anak di bawah umur yang melakukan kekerasan.
Berita Terkait
-
Samai Rekor Wayne Rooney Jadi Top Skor Sepanjang Masa Inggris, Harry Kane: Andai Bisa Ditukar Gelar Juara...
-
Kroasia Kena Hukuman FIFA Usai Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2022 Gegara Xenofobia, Apa Sih Itu?
-
Selebrasi Sofiane Boufal Bersama Sang Ibu Jadi Sorotan Usai Kalahkan Portugal, Begini Hadist Islam Tentang Ibu
-
Zodiak Pelatih Tim Semifinal Piala Dunia 2022: Libra Back to Back atau Scorpion dan Taurus Cetak Sejarah?
-
5 Tempat Wisata di Maroko, Banyak Bangunan Indah dan Eksotis
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak
-
4 Manfaat Zinc untuk Kesehatan Kulit, dari Meredakan Jerawat hingga Kemerahan
-
IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
-
Pencuri Kabel Senilai Ratusan Juta di Cikarang Ditangkap
-
Lukisan Cadas Tertua di Muna Diusulkan Jadi Ikon Museum Sulawesi Tenggara
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
-
4 Rekomendasi Sepatu Lari Terbaik untuk Pemula, Cocok buat Jogging Santai
-
Jangan Lewatkan Hari Pertama, Pemprov Jateng Minta Ayah Antar Langsung Anak ke Sekolah
-
Lebih 50 Ribu Warga Makassar Mulai Terdampak Kekeringan
-
5 Pesan Presiden Prabowo untuk Warga NTB