Suara.com - Obesitas dapat menurunkan kadar vitamin D dalam tubuh.
Demikian hasil studi terkini yang menganalisis data genetik dari 21 studi yang melibatkan 42.000 orang. Studi tersebut diterbitkan dalam jurnal PLoS Medicine, baru-baru ini.
Seperti dilansir dari BBC, studi tersebut juga menemukan bahwa setiap kenaikan 10 persen pada indeks massa tubuh (BMI) - yang digunakan sebagai indikator lemak tubuh - menyebabkan penurunan 4 persen vitamin D yang tersedia dalam tubuh.
Penulis utama Dr Elina Hypponen dari University College London Institute of Child Health mengatakan studi tersebut "menyoroti pentingnya pemantauan dan mengobati defisiensi vitamin D pada orang yang kelebihan berat badan atau obesitas".
Sekadar diketahui, vitamin D dibuat di kulit setelah terkena paparan sinar matahari dan bisa didapat pula dari suplemen.
Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan pelunakan tulang pada anak-anak yang disebut rakhitis, dan pada orang dewasa disebut osteomalacia.
Pelunakan tulang ini baik pada anak maupun dewasa berpotensi menyebabkan patah tulang dan kelainan bentuk.
Prof David Haslam dari National Obesity Forum mengatakan: "Asupan makanan dan genetika berperan dalam obesitas - tapi hasil penelitian ini mengingatkan kita bahwa aktivitas fisik seperti berjalan di bawah sinar matahari seharusnya sering dilakukan karena selain baik untuk menjaga berat badan juga mencegah kekurangan vitamin D.
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua