Suara.com - Heran dengan suasana hati seseorang yang mudah berubah. Kadang ia terlihat begitu penuh semangat, ceria, bahkan cenderung meledak-ledak. Tapi kali lain ia terlihat begitu putus asa. Seolah tak mau melanjutkan hidupnya. Bisa jadi rekan Anda seorang bipolar.
Bipolar adalah gangguan syaraf yang membuat suasana hati seseorang menjadi terbelah. Kadang ia terlihat begitu bersemangat dan sangat ceria. Tapi ia juga bisa tenggelam ke dalam kondisi depresi yang tak berkesudahan. Hal ini mungkin juga dialami banyak orang, tetapi pada penderita bipolar perubahan itu terjadi begitu ekstrem. Sehingga mempengaruhi prestasi belajar, kinerja dan hubungan sosial mereka. Bahkan dalam beberapa kasus bipolar bisa mendorong seseorang untuk bunuh diri.
Para ahli belum mencapai kata sepakat apa penyebab bipolar. Mereka hanya menyebut banyak faktor yang bisa membuat seseorang menderita atau cenderung menjadi bipolar. Ada yang menyebut bipolar disebabkan faktor genetis. Seseorang yang terlahir di keluarga bipolar kemungkinan menjadi bipolar lebih tinggi.
Para ilmuwan juga menyebut struktur otak ikut menentukan apakah seseorang rentan gangguan bipolar atau tidak. Penelitian menunjukkan penderita bipolar memiliki struktur otak yang berbeda dengan orang normal. Fungsi otak pada penderita bipolar juga sering mengalami gangguan.
Gejala yang dialami seorang bipolar bervariasi tergantung peristiwa yang dialami penderitanya. Semakin 'tragis' peristiwa yang dialaminya maka emosi yang dialami juga makin luar biasa. Dalam kondisi manic sympton, penderita bipolar akan merasakan semangat yang luar biasa. Ia terlihat sangat ceria dan sangat berbahagia. Pikirannya meloncat dari satu ide ke ide lainnya. Dalam kondisi ini, ia kadang menjadi impulsif dan tidak realistis.
Sebaliknya dalam kondisi depresion sympton, seorang bipolar akan tenggelam dalam kesedihan dalam waktu yang cukup lama. Ia menjadi kehilangan minat ke banyak hal, bahkan untuk makan sekalipun. Ia menjadi cepat lelah dan mudah terluka. Ini yang kadang-kadang memicu seorang bipolar berpikir untuk mengakhiri hidupnya.
Tak mudah memang mengenali apakah kita seorang bipolar atau bukan. Karena sering gejala yang terjadi pada satu orang berbeda dengan orang lain. Padahal bantuan sangat dibutuhkan bagi seorang bipolar, karena bipolar tak bisa disembuhkan. Seseorang yang terlahir sebagai bipolar maka ia akan menanggung itu seumur hidupnya. (Dari berbagai sumber)
Berita Terkait
-
Tangis Marshanda Pecah, Akui 17 Tahun Hidup dalam Penyangkalan Bipolar
-
Mengidap Bipolar, Rachel Vennya Beberkan Kondisi Emosi dan Perawatan Rutin
-
Singgung Soal Pekerjaan, Marshanda Bongkar Alasan Banyak Orang Sembunyikan Masalah Mental Health
-
Susu Nabati Jadi Ikon Baru Gaya Hidup Gen Z: Almond dan Oat Jadi Favorit
-
8 Penyebab Perempuan Marah Tanpa Sebab: Dari Hormon hingga Stres Berkepanjangan
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?