Senin, 05 Mei 2014 | 17:37 WIB
Coronavirus, penyebab MERS (shutterstock)

Suara.com - Pemerintah akan memperluas sosialisasi dan pedoman pencegahan kasus sindrom pernapasan Timur Tengah atau Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) kepada seluruh masyarakat Indonesia.

"Kemenko Kesra mengkoordinasikan upaya pertukaran data dan informasi guna penguatan surveilans terpadu dan respons cepat apabila ditemukan MERS-CoV di Indonesia," kata Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono di Jakarta, Senin (5/5/2014).

Agung menjelaskan pedoman pencegahan kasus MERS-CoV salah satunya adalah melakukan promosi hidup sehat kepada masyarakat contohnya selalu mencuci tangan.

Sosialisasi, kata Agung, akan dilakukan lintas sektor oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan dan lain sebagainya. "TNI-Polri dan Palang Merah Indonesia akan ikut dalam menyosialisasikan pencegahan wabah MERS-CoV," katanya.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat deteksi dini dengan menggunakan alat deteksi panas (thermal scanner) di bandara dan pelabuhan laut bagi mereka yang baru tiba dari Timur Tengah.  Pemerintah, juga tengah mempertimbangkan pendirian posko lintas sektor di Indonesia dan di Arab Saudi guna deteksi dini dan respons cepat terhadap wabah MERS-CoV. "Jika dinilai sangat diperlukan dan mendesak maka pendirian posko akan dilakukan," katanya.

Pemerintah juga akan meningkatkan kerjasama dengan Pemerintah Arab Saudi, untuk melakukan riset tentang perkembangan MERS-CoV, produksi vaksin dan antiviral serta pertukaran data epidemiologi perkembangan wabah MERS-CoV. Hingga saat ini tercatat seorang WNI meninggal karena terjangkit MERS-CoV. (Antara)

Load More