Suara.com - Stroke termasuk penyakit yang digolongkan dalam kegawatdaruratan medis. Di dunia, penyakit ini termasuk peringkat ke tiga sebagai penyakit yang paling mematikan setelah jantung dan kanker. Prevalensi stroke di Indonesia juga terus terus meningkat sesuai kecenderungan gaya hidup yang makin buruk.
Stroke terjadi karena pembuluh darah yang mengalirkan darah ke otak tersumbat atau pecah, sehingga sebagian area otak tidak mendapatkan aliran darah atau rusak.
"Ada dua jenis stroke, yakni stroke karena penyumbatan dan stroke karena pecahnya pembuluh darah. Biasanya yang parah ialah karena pecahnya pembuluh darah," ujar Dr. Frandy Susatia, SpS, seorang spesialis syaraf di Jakarta.
Penyumbatan pembuluh darah biasanya disebabkan oleh plak yang timbul karena tingginya kolesterol jahat. Stroke jenis ini lebih sering terjadi. Pada stroke jenis ini, jelas Frandy, pasien umumnya bisa pulih seperti sedia kala jika mendapatkan perawatan yang tepat maksimal 8 jam setelah mengalami serangan stroke. "Itu sebabnya pasien yang mengalami stroke harus segera dibawa ke RS terdekat," ujarnya.
Sedangkan stroke yang disertai pendarahan, akibat pecahnya pembuluh darah di otak biasanya disebabkan oleh hipertensi.
Pada stroke ini, jelas Frandy, darah yang menggumpal di jaringan otak menggelembung sehingga menyebabkan pecahnya pembuluh darah.
"Untuk stroke ini, tidak ada golden period. Pasien dapat sembuh, namun biasanya mengalami kelumpuhan di bagian tubuh tertentu atau bahkan meninggal dunia," jelas Frandy.
Stroke pendarahan biasanya ditandai dengan rasa nyeri, kepala kejang, muntah dan penurunan kesadaran parah dibanding stroke sumbatan. Selain itu, stroke pendarahan biasanya terjadi pada saat si penderita sedang beraktifitas. Sedangkan stroke sumbatan, biasanya menyerang saat penderita tidur atau beristirahat.
"Gejala serangan stroke biasanya ditandai senyum, bicara, dan tangan. Jika ketiga hal tersebut sulit untuk dilakukan, maka bisa jadi itu adalah gejala awal stroke. Segeralah telepon ambulans," ujar Frandy.
Salah satu gejala itu adalah satu sisi raut wajah penderita miring atau tertarik di satu sisi, susah tersenyum, wajahnya terutama bibirnya agak miring. Selain itu, bila seseorang tiba-tiba sulit berbicara dan tak bisa mengucapkan sebuah kalimat, atau terdengar cedal itu juga pertanda stroke. Tanda lainnya adalah sulit mengangkat kedua tangannya, atau lemas tanpa ia sadari.
Stroke dapat dicegah dengan gaya hidup sehat. Yakni, dengan olahraga teratur. Melakukan hobi dan aktivitas yang menyenangkan untuk menghindar dari stress berlebih juga mengurangi resiko stroke.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI