Suara.com - Semakin banyaknya penjualan obat, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetika dan pangan ilegal di situs internet, membuat Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melaksanakan Operasi Pangea VII yang telah dilakukan pada 13-20 Mei 2014.
Operasi Pangea VII kali ini, menurut DR. Roy A. Sparingga, M.App,Sc, Kepala Badan POM RI, memberantas penjualan produk ilegal termasuk palsu yang dipasarkan secara online di Jakarta dan 14 wilayah lainnya di Indonesia yaitu Banda aceh, Medan, Pekanbaru, Palembang, Padang, Bandar Lampung, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Pontianak, Samarinda, Makassar dan Manado.
"Kami berhasil mengidentifikasi 302 situs internet yang memasarkan obat, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetika, dan pangan ilegal termasuk yang palsu," ujarnya dalam jumpa pers di Kantor Badan POM, di Jakarta, Senin (26/5/2014).
Selain itu, tambah Roy, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 58 sarana dan menyita sebanyak 868 item obat, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetika, dan pangan ilegal termasuk yang palsu, dengan nilai keekonomian mencapai Rp7,47 miliar.
Menurutnya, dibandingkan Operasi Pangea sebelumnya, operasi kali ini mengalami peningkatan yang signifikan baik dalam jumlah situs yang teridentifikasi memasarkan produk ilegal maupun luas wilayah operasi, serta jumlah dan nilai temuan operasi.
"Sebagai tindak lanjutnya, telah dilakukan penyitaan terhadap seluruh barang bukti dan selanjutnya 58 sarana akan diproses pro-justitia," tambahnya.
Untuk situs yang telah teridentifikasi, kata Roy, pihaknya telah mengajukan usulan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk memblokir situs tersebut.
"Sampai saat ini, MenkomInfo telah memblokir 287 situs, dari 302 situs yang telah teridentifikasi. Sebanyak 15 lainnya masih dalam proses," ujarnya.
Pada operasi ini, BPOM dalam kerangka Satuan Tugas Pemberantasan Obat dan Makanan Ilegal, juga berkoordinasi dengan International Criminal Police Organization (ICPO).
Dalam rangkaian operasi pangea tahun 2014 ini, badan POM juga melaksanakan pemusnahan obat dan makanan ilegal hasil sitaan tahun 2013, 2013, 2014.
BPOM bersama dengan seluruh anggota Satgas Pemberantasan Obat Makanan Ilegal akan terus berkomitmen dan berkoodirnasi lebih intensif dan berkesinambungan dalam mengawasi obat dan makanan guna melindungi konsumen dari produk yang tidak memenuhi standar dan persyaratan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan