Suara.com - Stres mempengaruhi tubuh Anda dengan cara lebih dari yang Anda bayangkan.
Tak hanya mempengaruhi Anda secara psikologis, tetapi juga fisiologis. Bila kondisi ini terus menerus dialami bisa menjadi akar penyebab dari banyak penyakit kronis.
Nah, agar bisa menjalani hidup sehat dan bahagia, mengelola stres dengan bijak sangat penting dilakukan. Sebab, bila Anda tiak bisa mengelola stres dengan baik, maka akan berdampak pada kondisi kesehatan Anda bahkan memicu penyakit.
Berikut adalah 7 gangguan kesehatan yang bisa timbul akibat stres seperti dilansir dari Mag for Women:
1. Nyeri Otot
Ketika Anda berada di bawah tekanan stres, otot-otot Anda akan menegang. Ini adalah tindakan refleks dan cara otot Anda menanggapi stres. Stres berkepanjangan dapat menyebabkan migrain dan sakit kepala, nyeri otot dan bahkan rasa sakit kronis.
2. Asma
Stres mempengaruhi sistem pernapasan Anda menjadi negatif dan bisa menyebabkan Anda bernapas lebih keras. Bagi mereka yang menderita emfisema atau penyakit paru-paru, ini menyebabkan masalah pernapasan seperti serangan asma. Saluran udara antara hidung dan paru-paru menyempit sehingga membuat Anda sulit bernapas.
3. Penyakit Jantung
Selama mengalami stres, hormon stres seperti adrenalin, kortisol dan noradrenalin dilepaskan dalam tubuh. Ini mengakibatkan peningkatan mendadak dalam detak jantung Anda sehingga banyak darah yang dipompa sekaligus dan tekanan darah meningkat dengan cepat.
Setelah stres berlalu, tubuh kembali normal lagi. Namun stres yang berkepanjangan dan berulang dalam tingkat tekanan darah bisa berbahaya. Hal ini dapat menyebabkan penyakit jantung, terutama pada perempuan postmenopause yang memiliki estrogen lebih rendah. Kondisi ini lebih rentan terhadap gangguan kardiovaskular.
4. Diabetes
Beberapa hormon stres seperti kortisol dan epinefrin memicu hati untuk menghasilkan lebih banyak glukosa, sehingga memberikan Anda energi untuk mengatasi stres - dalam rangka untuk "melawan atau lari" dalam situasi darurat. Tapi kebanyakan, glukosa ini berjalan tidak terpakai karena memang tidak ada hal yang mengharuskan tubuh "melawan atau melarikan diri".
Kemudian tubuh menyerap kembali gula darah ini. Sekarang jika Anda mengalami stres berulang-ulang, gula darah ekstra yang dihasilkan bisa berbahaya dan dapat menyebabkan diabetes tipe 2 pada beberapa orang. Orang gemuk cenderung rentan terhadap kadar gula darah tinggi daripada yang lain.
5. Rasa Panas dalam Perut
Rasa panas dalam perut terjadi karena asam refluks yang merupakan gangguan pencernaan yang berhubungan dengan makan berlebihan. Di bawah stres, Anda cenderung makan lebih banyak dari biasanya. Anda juga dapat menggunakan tembakau atau alkohol terlalu banyak yang dapat mengakibatkan rasa panas dalam perut atau refluks asam.
6. Gangguan Pencernaan
Selama stres, kesehatan perut akan terganggu karena sensasi sekecil apapun dalam perut diperhatikan dan ditekan oleh otak. Oleh karena itu, Anda dapat merasa mual atau sakit di perut. Gangguan pencernaan merupakan masalah besar selama stres - penyerapan usus nutrisi akan terpengaruh, buang air besar menjadi tidak teratur dan Anda juga terkena diare.
7. Kesehatan Reproduksi
Lanjutan stres dapat mempengaruhi siklus menstruasi. Hal ini dapat menyebabkan periode yang menyakitkan dan siklus haid tidak teratur. Stres juga dapat menyebabkan gejala pramenstruasi lain seperti perubahan suasana hati, kram, retensi cairan dan kembung. Stres berkepanjangan juga dapat mengakibatkan pengurangan libido (gairah seksual).
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?