Suara.com - Psikolog memperingatkan, menggunakan ganja yang sering pada kalangan remaja dapat menyebabkan penurunan kognitif, konsentrasi, memori serta penurunan kecerdasan intelektualnya (IQ).
Kelainan pada materi abu-abu otak, yang berhubungan dengan kecerdasan, telah ditemukan pada usia 16 sampai 19 tahun dimana terjadi peningkatan penggunaan ganja pada remaja.
"Perlu ditekankan bahwa penggunaan ganja secara teratur tidak aman dan dapat menyebabkan kecanduan dan kerusakan neurokognitif, terutama pada remaja," kata Krista Lisdahl, Direktur Pencitraan Otak dan Laboratorium Neuropsikologi di University of Wisconsin-Milwaukee.
Hasil pencitraan otak menunjukkan, lanjut dia, bahwa otak dari pengguna ganja rutin mengalami perubahan signifikan dalam struktur otaknya, khususnya di kalangan remaja.
Tak hanya itu, mereka juga mengalami penurunan IQ rata-rata enam poin saat dewasa.
Para peneliti menyarankan bahwa negara-negara harus mempertimbangkan pengaturan tingkat tetrahydrocannabinol (THC) - bahan kimia psikoaktif utama dalam ganja - untuk mengurangi efek neurokognitif potensial.
THC bertanggung jawab untuk sebagian besar efek psikologis ganja ini.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa sering menggunakan THC potensi tinggi dapat meningkatkan risiko masalah akut yaitu depresi, kecemasan dan psikosis.
"Hubungan antara ganja dan penyakit mental dapat dimoderatori oleh seberapa sering ganja digunakan dan potensi bahannya," ujar Alan Budney dari Dartmouth College di Amerika Serikat. (Zeenews)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Dokter Bantah Mitos Obat Kolesterol dan Diabetes Rusak Ginjal, Ini Penjelasannya
-
Anak Sering Ruam atau Diare Setelah Minum Susu? Bisa Jadi Tanda Alergi Susu Sapi
-
Metoo Hadirkan Senyum di Tengah Mobilitas Jakarta lewat Aktivasi Interaktif di CSW
-
Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus