Suara.com - Sebuah studi terkini menunjukkan bahwa memasukan air susu ibu (ASI) atau lemak susu dalam diet bayi prematur dapat meningkatkan pertumbuhan mereka dalam Neonatal Intensive Care Unit (NICU).
"Untuk bayi prematur yang beratnya kurang dari satu kilogram, salah satu masalah adalah bahwa paru-paru mereka dan organ lain masih berkembang ketika mereka lahir," kata Amy Hair, asisten profesor di Baylor College of Medicine di Amerika Serikat (AS).
Lebih lanjut ia mengatakan: "Jika berat bayi mengalami peningkatan yang baik sementara saat di NICU, ini tentu membantu meningkatkan (pertumbuhan) hasil mereka," tambah Hair.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa diet ASI eksklusif melindungi usus bayi prematur dan mendukung pertumbuhan mereka. Diet ini terdiri dari ASI sang Ibu sendiri atau ASI donor, serta memperkuat zat yang terdiri dari protein dan mineral yang terbuat dari susu donor.
Dalam studi ini, para peneliti mencoba cara pada pertumbuhan bayi yang memiliki berat badan antara 750 dan 1.250 gram dan perlu tambahan kalori.
Sebagai bayi yang sudah menerima cukup protein dari usaha penguatan itu, cara lain untuk membantu mereka tumbuh adalah dengan memberi mereka lemak. Salah satu produk sampingan susu donor adalah lemak susu, juga disebut sebagai suplemen krim.
Mereka menemukan bahwa bayi dalam kelompok krim memiliki hasil pertumbuhan yang lebih baik dalam hal berat badan dan panjang daripada bayi pada kelompok kontrol.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI