Suara.com - Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, mengatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan 100 rumah sakit rujukan untuk penanggulangan wabah Ebola, yang sedang merebak di Afrika. Sebelumnya, seluruh rumah sakit dipersiapkan pemerintah untuk penanggulangan wabah flu burung.
"Semua yang dulu disiapkan untuk rumah sakit flu burung, sudah siap lagi (untuk Ebola) di semua provinsi, seperti RS Persahabatan, RSPI (Sulianti Saroso)," ujar Menkes di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (18/8/2014).
Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan Ebola sebagai kedaruratan kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian dunia atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC), sehingga seluruh negara diminta untuk waspada terhadap virus yang menular melalui cairan tubuh itu.
Meski Indonesia dinilai memiliki risiko kecil tertular, namun Menkes mengatakan tetap melakukan pengawasan terhadap kemungkinan penularan Ebola.
"Kita terus monitor orang yang berkunjung ke sana. Tapi sekarang tidak ada orang yang berkunjung ke Afrika Barat. Kalau dari Afrika Barat kesini sudah diperketat visanya.
Virus Ebola mewabah di tiga negara Afrika yaitu Guinea, Sierra Leonne dan Liberia dan menjangkiti lebih dari 2.000 orang dan menewaskan lebih dari 1.000 orang dalam waktu relatif singkat.
Kekhawatiran lain adalah mengenai musim haji yang dimulai bulan September mendatang dimana jamaah dari Afrika cukup banyak jumlahnya.
"Saudi Arabia telah menanggapi secara khusus untuk haji dan umroh. Mereka sudah memperketat, tidak memberikan visa untuk mereka yang datang dari tiga negara itu, Guinea, Sierra Leonne dan Liberia, tidak boleh ke Saudi Arabia," kata Menkes.
Untuk calon jamaah haji dari Indonesia, Kementerian Kesehatan menyatakan telah memberikan sosialisasi mengenai Ebola dan MERS-CoV bagi para calon jamaah haji terutama cara menghindari penularan.
Salah satu cara menghindari penularan Ebola adalah dengan menghindari kontak langsung dengan pasien Ebola karena penyakit tersebut ditularkan melalui cairan tubuh seperti darah, air liur, urine dan sekresi tubuh lainnya.
Selain itu, masyarakat juga diharap untuk mempertahankan perilaku hidup bersih dan sehat seperti rajin mencuci tangan memakai sabun untuk mencegah penularan. (Antara)
Berita Terkait
-
Menkes Dorong Ibu Jadi Dokter Keluarga, Fokus Perawatan Sejak di Rumah
-
Menkes Kirim 600 Dokter ke Aceh Mulai Pekan Depan, Fokus Wilayah Terisolasi
-
Di Balik Penyesalan Menkes, Ada PR Besar Layanan Kesehatan Papua
-
Menkes Sesalkan Kematian Ibu Hamil di Papua, Janji Perbaikan Layanan Kesehatan Agar Tak Terulang
-
KPK Buka Peluang Periksa Menkes Budi Gunadi Terkait Kasus RSUD Koltim, Ada Aliran Dana?
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026