Suara.com - Sinar matahari tak hanya sehat, tetapi juga bisa menyelamatkan hidup seseorang. Meskipun memang terlalu banyak terpapar sinra matahari juga membahayakan kulit, bahkan bisa memicu kanker kulit. Itu pendapat Oliver Gillie, yang sedang berjuang melawan leukimia. Ia menyalahkan, kurangnya paparan sinar matahari sebagai penyebab penyakit yang dideritanya.
Setiap tahun Gillie, mendaki pegunungan di Skotlandia. Maka ketika tiba-tiba ia merasakan lelah yang luar biasa saat melakukan ritual tahunan itu, Gillie merasa ada yang salah dengan tubuhnya. Ia akhirnya pergi ke dokter, dan dokter curiga dengan wajah dan tangan Gillie yang terlihat lebih pucat. Gillie kemudian didiagnosa menderita anemia.
Lantas dari tes darah yang dijalani, terungkap jika kadar hemoglobin Gillie di bawah normal. Dan kondisi ini makin memburuk ketika ia harus menjalani perawatan di University College Hospital, London. Kadar haemoglobinnya turun dari angka 7,5 ke 6 gram per 100ml darah. Padahal normalnya laki-laki dewasa tingkat hemoglobinnya 13-18 grams per 100ml darah.
Gillie pun diduga mengidap chronic lymphocytic leukaemia (CLL). CLL adalah sebuah kelainan, di mana sel darah putih tumbuh secara tak terkontrol lantas terakumulasi di kelenjar limpa dan menyebabkan tumor lymphoma.
Dalam kondisi ini sel darah putih memakan sel darah merah sehingga mengakibatkan anemia. Karena penyakitnya Gillie harus menjalani serangkaian pengobatan yang memakan biaya yang tak sedikit.
Seperti halnya banyak penderita kanker, Gillie mengikuti nasehat dokter untuk menghindari sinar matahari sampai dia menyadari CLL diasosiasikan dengan kekurangan vitamin D. Vitamin ini diproses tubuh, ketika kulit terpapar langsung oleh sinar matahari.
"Saya menyadari untuk kesehatan yang optimal, kita yang tinggal di daerah dingin harus semaksimal mungkin memanfaatkan sinar matahari," ujarnya.
Ini mungkin agak berlawanan dengan metode pengobatan konvensional, tetapi sejumlah penelitian menemukan orang yang cukup terpapar sinar matahari lebih kecil risikonya terkena kanker (termasuk kanker kulit).
Dan dari penelitian yang dilakukan banyak ilmuwan Eropa terungkap bahwa CLL adalah satu-satunya kanker kelenjar getah bening yang secara konsisten dikaitkan dengan vitamin D. Dr Kay Tee Khaw, seorang ilmuwan Cambridge terkemuka mengatakan, "Konsentrasi yang tinggi dari vitamin D dalam darah berhubungan dengan penurunan risiko CLL. Hasil ini berkontribusi pada bukti yang menunjukkan kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko CLL."
Penelitian menunjukkan CLL muncul ketika sel-sel darah putih bermutasi, dan ini lebih mudah terjadi ketika vitamin D, yang berfungsi mengendalikan pertumbuhan sel darah putih tidak mencukupi. Mutasi memungkinkan sel darah putih berkembang di luar kendali dan terakumulasi dalam kelenjar getah bening, yang membesar dan menjadi limfoma.
"Jika saya mengabaikan promosi menyesatkan untuk menghindari sinar matahari dan memiliki paparan sinar matahari lebih banyak dan lebih banyak vitamin D pada awal kehidupan, mungkin saya tidak akan memiliki kanker sekarang," ujar Gillie yang 10 tahun terakhir gencar mempromosikan pentingnya vitamin D. (telegraph.co.uk)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak
-
Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?