Suara.com - Tubuh terasa lelah dan tak bertenaga akibat aktifitas tertentu? Jika ya, ganti energi tubuh yang hilang dengan makanan sehat alami.
Saat lelah dan kehilangan tenaga, tubuh membutuhkan asupan energi untuk membuatnya kembali normal. Tak hanya kafein yang bisa membangkitkan semangat dan energi tubuh Anda, beberapa asupan alami juga bisa melakukannya, tergantung kondisi kelelahan yang tengah Anda alami.
Yang pertama adalah tak bertenaga akibat kekenyangan yang ditandai dengan rasa begah dan tak bertenaga setelah makan malam. Menurut Rachel Begun, juru bicara Akademi Nutrisi dan Dietetika, kondisi ini menandakan tubuh Anda mendapat terlalu banyak asupan makanan. Saat mendapat banyak asupan makanan, ujarnya, sebagian besar energi tubuh akan terkonsentrasi untuk mencerna makanan itu.
Oleh karena itu, ia menyarankan Anda untuk menghindari konsumsi karbohidrat di malam hari dan menggantinya dengan protein. Seperti ikan tuna panggang dengan sepiring bayam. Itu akan membuat tubuh Anda tak harus bekerja keras mencerna makanan yang sudah telanjur masuk ke tubuh dan membuat Anda menjadi kurang produktif.
Yang kedua adalah kelelahan yang diakibatkan sindrom jet lag. Ini biasa terjadi ketika seseorang melakukan perjalanan jauh. Tak perlu khawatir, kacang kenari atau asam ceri kering akan membantu mengatasinya. Kedua jenis makanan ini kaya melatonin yang membantu mengatur jam tidur Anda.
Ada juga kelelahan setelah berolahraga. Hal ini bisa dijelaskan sebagai berikut, saat berolahraga, tubuh mengeluarkan banyak cairan. Hal ini menyebabkan tubuh Anda mengalami dehidrasi dan merasa kelelahan. Untuk mengatasinya, Anda disarankan mengonsumsi banyak air putih dan teh herbal sepanjang hari agar tubuh tetap terhidrasi. Anda juga bisa mengonsumsi buah-buahan yang banyak mengandung air seperti semangka, melon dan pir untuk menyeimbangkan cairan yang keluar dari tubuh.
Menempuh perjalanan panjang memang mampu membuat tubuh menjadi lelah. Untuk itu, tak ada salahnya Anda mengonsumsi kafein untuk mengembalikan tenaga yang hilang. Menurut penelitian, kafein terbukti efektif untuk membuat Anda tetap terjaga dan terhindar dari rasa kantuk.
Penelitian yang dilakukan Annal of Internal Medicine menemukan, mengonsumsi 200mg kafein dapat mencegah kantuk yang menyerang saat mengemudikan mobil di siang hari. Sedangkan penelitian British Medical Journal baru-baru ini juga menunjukkan bahwa pengemudi truk jarak jauh yang mengonsumsi kafein terhindar dari resiko kecelakaan dibanding pengemudi yang tidak mengonsumsi kafein. (shine.com)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal