Suara.com - "Kalau rajin olahraga, badan ibu jadi ringan, kalau mau bangun jadi nggak terlalu susah," kata Nurlela (61), seorang pasien geriatri yang merasakan manfaat olah tubuh khusus bagi otot-ototnya.
Pasien geriatri adalah orang tua berusia 60 tahun ke atas yang memiliki penyakit majemuk (multipatologi) akibat gangguan fungsi jasmani dan rohani, dan atau kondisi sosial yang bermasalah.
Untuk meningkatan kebugaran, biasanya pasien geriatri melakukan olah tubuh khusus sehingga membantu mengurangi penderitaan akibat penyakit majemuk yang dimiliknya.
Nurlela, yang ditemui di ruang tunggu rumah sakit di kawasan Cikini, mengaku mempunyai riwayat koresterol sejak tahun 2005 dan empat tahun lalu juga terkena strote ringan.
Menurut Ahli Fisioterapi Geriatri Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Setya Budi Santoso, olahraga yang dilakukan Nurlela tersebut termasuk dalam latihan stretching, yaitu olah tubuh yang melatih otot besar di tubuh.
"Otot besar itu contohnya otot-otot yang ada di punggung, lengan, dan paha," kata Budi, di Poliklinik Geriatri Terpadu, Jakarta.
Berdasarkan Buku Edukasi Sekolah Lansia Fisioterapi, olah tubuh yang termasuk dalam stretching adalah peregangan pada kedua lengan, peregangan pada leher, peregangan pada pinggang, dan peregangan pada tungkai. Masing-masing gerakan tersebut dapat dilakukan sebanyak dua hingga delapan kali.
Manfaat Besar Menurut buku tersebut, latihan stretching pada Pasien Geriatri memiliki manfaat yang besar antara lain meningkatkan kelenturan otot, meningkatkan sirkulasi darah, serta meningkatkan postur dan kebugaran tubuh.
"Selain stretching, olahraga yang dapat dilakukan oleh Pasien Geriatri adalah latihan pernafasan dan latihan keseimbangan," ujar Budi.
Menurut Budi, latihan pernafasan biasanya dilakukan sebelum memulai stretching, dan latihan keseimbangan dimulai setelah stretching selesai. Latihan pernafasan, menurut Buku Edukasi Sekolah Lansia Fisioterapi, dipusatkan pada bagian perut dan dada.
Latihan pernafasan dapat dilakukan dengan posisi berdiri atau duduk. Jika dipusatkan pada perut, Pasien Geriatri akan mengambil nafas melalui hidung sampai perut menggembung dalam hitungan empat detik.
Kemudian pasien akan menghembuskan nafas melalui mulut sampai perut kembali mengempis dalam hitungan empat detik.
Jika latihan dipusatkan pada dada, pasien akan mengambil nafas hingga dada mengembang dalam waktu empat detik, dan menghembuskan nafas hingga dada kembali mengempis dalam waktu empat detik.
Pemusatan latihan pernafasan pada perut dan dada ditujukan untuk meningkatkan proses pertukaran oksigen, meningkatkan kekuatan otot pernafasan, membantu membersihkan paru-paru dari toksin, dan membugarkan paru-paru.
Keseimbangan Olah tubuh yang tak kalah penting adalah latihan keseimbangan. Gerakan-gerakan pada latihan ini bermanfaat untuk mempertahankan posisi tubuh pasien ketika diam maupun sedang bergerak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker
-
Lebih dari Sekadar Sembuh: Ini Rahasia Pemulihan Total Pasien Kanker Anak Setelah Terapi