Suara.com - Hampir semua orang mengidamkan gigi yang tetap utuh dan sehat hingga lanjut usia (lansia). Tak sedikit pula yang harus berbesar hati kehilangan beberapa giginya karena alasan tertentu.
Untuk mengatasi krisis kepercayaan diri akibat gigi ompong yang merusak penampilan, sebagian orang memilih untuk menggunakan gigi palsu lepasan. Selain murah, gigi palsu lepasan ini juga bisa mudah didapatkan di dokter gigi dengan spesialis Prosthodonsi atau ahli gigi tiruan.
Eits, meski gigi tiruan atau gigi palsu dibuat dari bahan akrylik, perawatannya tentu tidak bisa sembarangan. Ada hal-hal tertentu yang harus dipertimbangkan para pengguna gigi palsu saat merawat alat bantu kunyah tersebut agar tetap bersih dan tahan lama. Salah perawatan bisa berisiko buruk terhadap kesehatan gigi dan mulut.
Hal ini disampaikan drg Susi R Puspitadewi SpProst, anggota Komisi Pendidikan dan Pelatihan Profesionalisme Kedokteran Gigi berkelanjutan (P3KGB) PDGI, baru-baru ini. Menurut dia, sama seperti gigi asli, gigi palsu juga bisa menjadi sarang plak yang mengandung bakteri penyebab masalah bau mulut.
"Saat kita makan, seringkali ada sisa makanan yang menempel di gigi dan bisa menyebabkan plak. Plak ini lama kelamaan kalo nggak sering dibersihkan akan berubah jadi karang gigi. Nah, kalau sudah begini gigi palsu akan terkikis lama kelamaan dan tampilannya juga tak sebagus seperti pemakaian awal," ujar Susi.
Untuk menghindari efek buruk pada gigi palsu, ia memberikan tips merawat gigi palsu yang benar.
1. Lepaskan dan rendam gigi palsu saat tidur
Saat malam, sebaiknya lepaskan gigi palsu dan rendam dengan air hangat untuk menjaga agar gigi palsu tidak kering dan mengkisut. Untuk membersihkan bakteri yang menempel, sebaiknya tambahkan pula tablet pembersih khusus gigi tiruan di apotek terdekat.
2. Gunakan sikat gigi dengan bulu yang lembut
Hindari sikat gigi yang kasar, karena bisa menyebabkan gigi palsu menjadi terkikis. Gigi palsu memiliki tekstur 10 kali lebih lembut dibanding gigi asli.
3. Jangan menggunakan pasta gigi untuk membersihkan gigi palsu
Jangan menggunakan pasta gigi untuk membersihkan gigi palsu. Ini dikarenakan kandungan pasta gigi tidak sesuai dengan bahan pada gigi palsu. Hal ini bisa menyebabkan abrasi pada gigi dan juga membuatnya terkikis.
4. Jangan gunakan gigi palsu seharian penuh
Hindari penggunaan gigi palsu yang terlalu lama. Mulut juga butuh waktu untuk bernafas tanpa gigi lepasan. Setidaknya lepaskan gigi palsu sekitar enam jam per hari.
5. Hindari makanan keras dan terlalu asam
Sama seperti gigi biasa, gigi palsu juga sebaiknya jangan digunakan untuk mengunyah makanan keras. Jangan mengunyah makanan hanya pada satu sisi, gunakan dua sisi pada mulut agar tekanan kunyah merata. Hindari makanan yang terlalu asam karena bisa menyebabkan abrasi pada gigi.
6. Selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut
Meski Anda menggunakan gigi palsu atau tiruan, kebersihan gigi asli juga harus diperhatikan. Jika gigi asli berlubang dan menimbulkan infeksi gusi karena ada bakteri, tentunya hal ini akan memengaruhi gigi palsu. Gigi palsu akan keropos dan tidak bisa bertahan lama. Jika dirawat dengan baik dan benar, umumnya gigi palsu mampu bertahan hingga lima tahun. (Firsta Putri)
Berita Terkait
-
Punya Koleksi Merchandise Piala Dunia? Simak 7 Tips Merawatnya Supaya Awet
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tips Agar Bedak Tahan Lama Tanpa Pakai Foundation, Ini Rahasia dari Makeup Artist
-
5 Tips Feng Shui Menata Tempat Usaha untuk Mendatangkan Pelanggan, Bisnis Makin Laris dan Maju
-
Bukan Asal, Menulis itu Ada Seninya! Membaca Buku Dunia Kata
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat
-
Perawatan Gigi Anak yang Nyaman, Bantu Si Kecil Tumbuh dengan Senyum Sehat dan Percaya Diri
-
Tren Sport Nutrition, Ini Peran Asupan Energi dalam Olahraga Endurance