Bisnis / Keuangan
Selasa, 10 Maret 2026 | 13:44 WIB
Ilustrasi THR. (Dok: Ist)
Baca 10 detik
  • Gunakan rumus 50-30-20 agar THR tak sekadar numpang lewat dan masa depan tetap aman.
  • Proteksi finansial lewat asuransi syariah jadi kunci ketenangan keluarga pasca-Lebaran.
  • THR sejatinya adalah amanah yang harus dikelola dengan tujuan jelas.

Suara.com - Euforia menjelang Idulfitri 1447 H kian terasa. Notifikasi Tunjangan Hari Raya (THR) yang mulai masuk ke rekening kerap memicu keinginan untuk segera membelanjakannya demi baju baru, hampers estetik, hingga persiapan mudik. Namun, tanpa pengelolaan yang bijak, rezeki tahunan ini berisiko hanya "numpang lewat" dan menyisakan stres finansial setelah perayaan usai.

Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama mengingatkan bahwa THR sejatinya adalah amanah yang harus dikelola dengan tujuan jelas. Keseimbangan antara memenuhi kebutuhan momentum Lebaran dan menjaga kestabilan masa depan menjadi kunci utama.

"Perencanaan keuangan bukan hanya soal mengumpulkan uang, tetapi juga melindungi apa yang sudah kita kumpulkan. Alokasi untuk perlindungan keluarga adalah bentuk ikhtiar menjaga risiko agar keluarga tetap tenang setelah perayaan berlalu," ujar Vivin dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).

Untuk menjaga napas keuangan, Vivin menyarankan penerapan strategi formula 50–30–20. Dalam skema ini, 50% THR dialokasikan untuk kebutuhan Lebaran dan zakat, 30% untuk tabungan atau investasi jangka panjang, serta 20% untuk perlindungan finansial seperti dana darurat dan asuransi.

Prinsip ini dinilai fleksibel namun tetap mengedepankan aspek proteksi. Pasalnya, kepuasan membeli barang baru seringkali bersifat sementara, sedangkan ketenangan memiliki cadangan dana saat terjadi risiko tak terduga jauh lebih berharga.

Sebagai langkah konkret perlindungan, Prudential Syariah merekomendasikan produk PRUCinta. Asuransi jiwa syariah ini menawarkan manfaat santunan meninggal dunia yang optimal selama 20 tahun dengan masa bayar hanya 10 tahun. Menariknya, terdapat manfaat jatuh tempo berupa nilai tunai hingga 100% dari kontribusi yang dibayarkan jika tidak ada klaim.

Spesifik di momen Ramadan, PRUCinta memberikan manfaat ekstra hingga 4x santunan asuransi jika terjadi risiko meninggal dunia dalam periode enam minggu sejak 1 Ramadan.

Tak hanya soal produk, komitmen edukasi juga ditunjukkan melalui gelaran Festival 1.000 Berkah di Masjid Agung Al-Azhar yang berlangsung hingga 14 Maret 2026. Di sana, masyarakat bisa mengakses konsultasi perencanaan finansial berbasis syariah hingga edukasi kesehatan secara gratis.

Pada akhirnya, esensi Lebaran bukanlah pada kemewahan tampilan, melainkan kehangatan kebersamaan dan kelapangan hati. Mengatur porsi belanja secara sadar memastikan saldo rekening tetap terjaga saat hidup kembali berjalan normal setelah hari kemenangan.

Baca Juga: Jasa Marga Proyeksikan 3,5 Juta Kendaran Wara-wiri Mudik di Jalan Tol

Load More