Suara.com - Tubuh Kreseda Smith tak bisa mencerna salah satu asam amino yang terdapat dalam protein.
Daging, kacang-kacangan, keripik kentang merupakan makanan cemilan yang mengandung banyak protein. Sayangnya perempuan asal Inggris ini harus membatasi asupan proteinnya, karena akan memicu gangguan pada otaknya.
Perempuan ini bernama Kreseda Smith yang berasal dari Wellington Shropshire, Inggris yang memiliki kelainan 'phenylketonuria' (PKU). Menurut National Institutes of Health (NIH), kelainan PKU ini terjadi pada 1 dari 10.000 bayi yang lahir di Amerika Serikat.
Tubuh orang yang mengidap penyakit ini tak bisa mencerna salah satu asam amino yang terkandung dalam protein, yakni phenylalaine. Phyenylalanine sering ditemukan dalam makanan tinggi protein seperti daging, ikan, telur dan keju.
Orang yang didiagnosis dengan PKU harus mengikuti diet vegan ketat dan hanya diperbolehkan mengonsumsi 10 gram protein per hari. Untuk penderita PKU, mengonsumsi terlalu banyak protein dapat menyebabkan migrain berat dan sakit otot, sebelum menyebabkan efek samping yang lebih berat seperti epilepsi dan kesulitan berpikir.
Perempuan berusia 36 tahun ini mengatakan didiagnosis saat lahir, sehingga ibunya harus memenuhi kebutuhan makanannya sendiri, karena hanya bisa mengonsumsi buah dan sayuran.
"Ketika saya masih kecil, ibu saya harus membuat suplemen protein bagi saya. Bahkan ketika datang ke pesta ultah teman, saya harus bawa kantung makanan sendiri. " kata Smith.
Beruntung dalam kurun enam tahun terakhir, mahasiswi kandidat PhD ini mendapatkan pemantauan langsung dari tim dokter dan ahli nutrisi dari Queen Elizabeth Hospital, Birmingham. Ia diberi resep makanan berupa roti rendah protein, pasta dan biskuit.
Sebelumnya, Smith mengambil suplemen dan mengonsumsi makanan rendah protein tanpa rekomendasi dokter, tetapi gejala PKU masih sering dideritanya.
"Aku mulai sering migrain buruk jika mengonsumsi makanan yang dibuat sendiri. Untungnya dokter dari RS Elizabeth membantuku. Sejak itu saya tidak punya keluhan lagi soal gejala PKU," ujarnya. (Foxnews)
Berita Terkait
-
Pakan Komplit Fermentasi Jadi Solusi Menuju Swasembada Susu dan Daging Nasional
-
Latihannya Sudah Keras Tapi Otot Tak Kunjung Besar? Cek 5 Kesalahan Fatal Ini Sekarang
-
5 Susu Penambah Berat Badan Tinggi Protein Rekomendasi Ahli Gizi, Waspada Produk Abal-abal
-
7 Daftar Ikan Laut yang Tidak Aman Dikonsumsi, Mengandung Racun Berbahaya
-
Bukan Hiu, Ini 10 Ikan Protein Tinggi yang Enak, Sehat, dan Gak Bikin Keracunan
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah