Suara.com - Mengonsumsi buah-buahan yang mengandung banyak serat memang baik bagi tubuh terlebih di masa pertumbuhan yakni usia remaja. Tapi Anda juga perlu mengetahui bahwa makan buah secara berlebihan juga tidak bagus lho.
Ini dikarenakan buah yang dikenal mengandung fruktosa tinggi yakni zat pemanis seperti gula alami, jika dikonsumsi terlalu banyak oleh anak-anak memicu perilaku depresi.
Penelitian yang dipresentasikan dalam Neuroscience 2014 di Washington DC ini menemukan bahwa konsumsi fruktosa terlalu tinggi dapat menyebabkan remaja mudah depresi, cemas dan mengubah bagaimana otak merespons stres.
"Hasil penelitian kami memberikan wawasan baru mengenai cara-cara diet yang bisa mengubah kesehatan otak dan dapat menyebabkan implikasi penting bagi gizi remaja dan penelitian lebih lanjut," kata pemimpin penelitian, Constance Harrell dari Emory University di Atlanta.
Fruktosa diketahui dapat merangsang jalur saraf yang mempengaruhi bagaimana otak merespon stres.
Dalam penelitian ini, para peneliti menyuntikkan fruktosa tinggi dan sedang pada masing-masing tikus berusia remaja.
Setelah 10 minggu, tikus remaja yang mengkonsumsi fruktosa tinggi memiliki stres yang terlihat pada respon hormon ke stressor akut. Mereka tampak seperti dalam kondisi tertekan. Selain itu, sebuah jalur genetik di otak yang memainkan peranan dalam mengatur cara otak merespon stres juga diubah. (Times of India)
Tag
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
Terkini
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya