Suara.com - Lembaga pengawasan obat dan makanan (Food and Drug Administration/FDA) Amerika Serikat (AS), berencana mencabut larangan donor darah bagi kaum gay sehingga para penyuka sesama jenis ini bisa mendonorkan darahnya.
Pencabutan larangan tersebut rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat dan dengan syarat tertentu.
Lelaki penyuka sesama jenis hanya boleh mendonorkan darahnya jika telah berhenti melakukan hubungan badan dengan pasangannya minimal setahun.
Sumbangan darah dari lelaki homoseksual dilarang sejak ditemukan bahwa virus HIV yang menyebabkan AIDS, berpindah melalui transfusi darah.
FDA mengatakan langkah ini menyelaraskan peraturan untuk kaum lelaki homoseksual dengan peraturan lelaki dan perempuan yang berisiko terjangkit HIV. Lembaga tersebut telah dengan cermat mengkaji dan mempertimbangkan bukti ilmiah terkait kebijakan pelarangan ini.
"Kami juga telah membandingkan dengan penelitian terdahulu dan data epidemiologi. Berdasarkan hasil tersebut kami akan membuat langkah penting untuk merekomendasikan perubahan larangan donor bagi lelaki homoseksual dengan persyaratan tertentu pastinya," tulis FDA.
Perubahan aturan ini kemungkinan akan meningkatkan pasokan sumbangan darah sebanyak 4 persen. Tak hanya berimbas pada stok darah Amerika, jika aturan ini mulai diterapkan maka akan berpengaruh juga ke negara lain seperti Inggris dan Kanada.
Setelah diterapkan, FDA akan membuat program National Blood Surveillance yang akan memonitor efek yang dihasilkan dari kebijakan ini. (MensHealth)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh
-
Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak